kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Makin panas! Rusia dan Ukraina gelar latihan militer, AS dan NATO khawatir


Kamis, 15 April 2021 / 05:52 WIB
ILUSTRASI. Rusia dan Ukraina mengadakan latihan militer serentak pada hari Rabu. Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pertempuran meningkat dalam beberapa pekan terakhir di timur Ukraina, tempat pasukan pemerintah memerangi separatis yang didukung Rusia dalam konflik tujuh tahun yang menurut Kyiv telah menewaskan 14.000 orang.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang mengadakan pembicaraan di Brussel dengan Stoltenberg menjelang konferensi video dengan ke-30 anggota sekutu NATO, mengatakan aliansi tersebut akan membahas tindakan agresif Rusia di dan sekitar Ukraina, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Hubungan Rusia dengan Amerika Serikat merosot ke titik terendah baru pasca-Perang Dingin bulan lalu setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Vladimir Putin adalah "pembunuh".

Dalam panggilan telepon dengan Putin pada hari Selasa, Biden mengusulkan diadakannya pertemuan puncak antara para pemimpin yang terasing untuk mengatasi sejumlah masalah, termasuk mengurangi ketegangan atas Ukraina.

Baca Juga: Tegang! NATO kirim 40.000 pasukan dan 15.000 persenjataan ke dekat perbatasan Rusia

Kremlin pada hari Rabu mengatakan masih terlalu dini untuk membicarakan KTT semacam itu secara nyata. Rusia juga bilang, untuk mengadakan pertemuan semacam itu sangat tergantung pada perilaku Washington di masa depan, dalam apa yang tampak seperti referensi terselubung terhadap potensi sanksi AS.

Rusia kerap menuduh NATO mengganggu kestabilan Eropa dengan memperkuat pasukannya di negara-negara Baltik dan Polandia - semua anggota aliansi Atlantik - setelah pencaplokan Krimea oleh Moskow.

Baca Juga: Rusia: AS harus jauhi Laut Hitam demi kebaikan mereka sendiri

NATO membantah klaim Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu bahwa aliansi itu mengerahkan 40.000 tentara dan 15.000 peralatan militer di dekat perbatasan Rusia, terutama di Laut Hitam dan wilayah Baltik.

Selanjutnya: Sebut AS musuh, Rusia: Kapal perang AS sebaiknya menjauhi Krimea!




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×