kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Makin Serius, JP Morgan dan HSBC Mulai Buka Layanan Perbankan di Metaverse


Jumat, 18 Maret 2022 / 15:04 WIB
Makin Serius, JP Morgan dan HSBC Mulai Buka Layanan Perbankan di Metaverse
ILUSTRASI. Logo JPMorgan Chase & Co . REUTERS/Lucy Nicholson/File Photo


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perbankan global main mantap membuka layanan perbankan di metaverse. JP Morgan muncul sebagai bank pertama yang membuka ruang tunggu di dunia virtual berbasis blockchain Decentraland pada hari Selasa lalu.

Di ruang virtual ini, nasabah dapat membeli sebidang tanah virtual dengan token yang tidak dapat dipertukarkan, atau NFT. Selain itu, dapat melakukan pembelian lain menggunakan mata uang kripto mengutip Euronews pada Jumat (18/3).

Sebelum nasabah mencapai lounge virtual yang disebut Onyx Lounge,  nasabah akan disambut oleh seekor harimau dan avatar dari CEO JP Morgan Jamie Dimon.

Metaverse kemungkinan akan menyusup ke setiap sektor dalam beberapa cara di tahun-tahun mendatang, dengan peluang pasar diperkirakan lebih dari US$ 1 triliun dalam pendapatan tahunan.

Baca Juga: Wabah Terburuk sejak Wuhan, Xi Jinping Minta Pembersihan Covid-19 Sesegera Mungkin

"Kami akan memainkan peran utama dalam metaverse dan dapat membantu mengatasi masalah di dunia maya yang saat ini ditangani dalam kehidupan nyata. Seperti memvalidasi akun dan pencegahan penipuan," ujar manajemen JP Morgan.

Minat terhadap metaverse melonjak Oktober lalu setelah Facebook mengumumkan perubahan namanya menjadi Meta untuk mencerminkan fokusnya pada dunia virtual. Kini di dunia maya ini, pengguna akan dapat bekerja dan bersosialisasi.

Metaverse, yang sudah ada terutama dalam game, dapat memberikan potensi iklan besar-besaran, yang sudah coba dimanfaatkan oleh perusahaan seperti Nike dengan produk dan etalase toko berbasis NFT.

Laporan JP Morgan juga mencatat bahwa antara Juni dan Desember tahun lalu, harga rata-rata tanah virtual berlipat ganda dari US$ 6.000 menjadi US$ 12.000 . Itu juga memperkirakan bahwa pengeluaran iklan dalam game akan mencapai US$ 18,4 miliar  per tahun pada tahun 2027.

Baca Juga: Italia akan Cabut Kebijakan Pembatasan Covid-19 pada 31 Maret

“Ekonomi kepemilikan demokratis ini ditambah dengan kemungkinan interoperabilitas, dapat membuka peluang ekonomi yang sangat besar, di mana barang dan layanan digital tidak lagi terikat pada platform atau merek game tunggal,” kata laporan itu.

Tak mau ketinggalan, HSBC juga telah membeli sebidang real estat virtual di ruang permainan online yang disebut The Sandbox dengan jumlah yang tidak diungkapkan. Ini sebagai langkah bank masuk ke metaverse karena menyusutkan jaringan cabang Inggrisnya.




TERBARU

[X]
×