Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Malaysia, eksportir minyak sawit terkemuka, sedang menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat pasokan pupuk setelah konflik Timur Tengah dan pembatasan ekspor China menyebabkan kenaikan biaya bahan baku dan krisis pasokan domestik.
Kamis (26/3/2026), pemerintah Malaysia mengatakan bakal berupaya memperluas impor pupuk melalui negosiasi dengan negara-negara pemasok yang ada dan baru. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Noraini Ahmad dalam sebuah pernyataan.
"Pemerintah akan berupaya mengaktifkan saluran pasokan alternatif dalam tiga hingga enam bulan ke depan dan memastikan harga pasokan tetap kompetitif untuk menghindari tekanan pada pelaku industri," kata Noraini.
Baca Juga: Drone Laut Hantam Kapal Tanker Rusia di Laut Hitam, Picu Ledakan Dekat Bosphorus
Sekedar mengingatkan, di pekan lalu, produsen pupuk di Malaysia menangguhkan pesanan baru karena gangguan rantai pasokan dan kekurangan bahan baku akibat konflik di Timur Tengah telah meningkatkan biaya bahan baku.
Sementara itu, petani padi di Malaysia juga menghadapi pengurangan produksi karena kenaikan harga pupuk urea lebih dari 50%. Itu terjadi lantaran China membatasi ekspor pupuk.
"Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber dan memperkuat ketahanan rantai pasokan nasional," kata Noraini.
Malaysia mengimpor lebih dari empat hingga lima juta ton pupuk setiap tahunnya, menurut kementerian, yang memperkirakan nilai pasarnya melebihi 5 miliar ringgit (atau setara US$ 1,25 miliar) setiap tahun.
Baca Juga: Trump Akan Temui Xi Jinping di Beijing Mei 2026, Ini yang Dibahas
Noraini mengatakan, pemerintah sedang melibatkan produsen pupuk lokal untuk memprioritaskan pasokan untuk pasar domestik, menstabilkan harga melalui produksi lokal, dan meningkatkan kapasitas jangka menengah industri pupuk.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan global dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk melindungi kepentingan Malaysia, tambah Noraini.













