kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Malaysia laporkan 22.242 kasus baru, tertinggi di Asia Tenggara


Rabu, 18 Agustus 2021 / 18:18 WIB
ILUSTRASI. Suasana jalan kosong saat lockdown akibat penyebaran penyakit virus corona atau COVID-19 di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (1/6/2021). REUTERS/Lim Huey Teng.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Malaysia mencatat rekor tertinggi baru kasus harian COVID-19, dengan melaporkan 22.242 infeksi pada Rabu (18 Agustus). Sehingga, total kasus menjadi 1.466.512.

Melansir Channel News Asia, Selangor melaporkan kasus baru tertinggi dengan 6.858 infeksi, sementara Kuala Lumpur menambah 1.587 kasus. Alhasil, wilayah Lembah Klang menyumbang 8.445 kasus baru.

Tujuh negara bagian lain masing-masing mencatat lebih dari 1.000 kasus: Sabah dengan 2.413, Johor 1.477, Sarawak 1.403, Kedah 1.852, Pulau Pinang 1.867, Kelantan 1.351, dan Perak 1.036.

Baca Juga: Kasus baru COVID-19 global terus menanjak, angka kematian di Indonesia tertinggi

Negara bagian lain di Malaysia yang mencatat kenaikan kasus tiga digit termasuk Negeri Sembilan dengan 577, Melaka 579, Pahang 675, serta Terengganu 487.

Rekor tertinggi sebelumnya untuk kasus harian di Malaysia adalah 21.668 pada 12 Agustus lalu.

Malaysia pun menjadi pusat baru pandemi COVID-19 di Asia Tenggara, setelah Indonesia pada Rabu hanya melaporkan 15.768 kasus dan Thailand sebanyak 20.515 infeksi. 

Selanjutnya: UPDATE Corona Indonesia, 18 Agustus: Tambah 15.768 kasus baru, terus disiplin prokes




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×