kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Malaysia lockdown, pemerintah: Corona lebih berbahaya dari tsunami


Rabu, 18 Maret 2020 / 15:57 WIB
Malaysia lockdown, pemerintah: Corona lebih berbahaya dari tsunami
ILUSTRASI. Panic buying di Kuala Lumpur, Malaysia. Malaysia memperingatkan gelombang baru infeksi virus corona jika masyarakat tidak mengikuti aturan lockdown. REUTERS/Lim Huey Teng


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

“Pertemuan massal di terminal bus dan kemudian orang-orang pergi ke seluruh negeri dari daerah tempat corona aktif. Apakah kita tidak berpotensi menyebarkannya ke seluruh negeri? ” tanya dokter asal Malaysia Christopher Lee di Twitter.

Jalan-jalan di Kuala Lumpur, biasanya jadi salah satu yang paling padat di Asia Tenggara pada hari kerja. Namun kali ini sangat sepi.

Baca Juga: Malaysia resmi memulai isolasi (lockdown) selama dua pekan, begini kondisinya

Kegiatan keagamaan disebut menjadi tempat penyebaran corona yang masif di Malaysia. Sejauh ini 428 kasus infeksi coronavirus di Malaysia telah dikaitkan dengan wabah yang ditularkan di masjid.

Pihak berwenang juga meminta peserta perayaan Hindu di negara bagian utara Penang untuk dites jika mereka menunjukkan gejala virus corona. Acara ini diadakan pada 8 Maret lalu dan dihadiri sekitar 10.000 orang.




TERBARU

[X]
×