kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Malaysia lockdown, pemerintah: Corona lebih berbahaya dari tsunami


Rabu, 18 Maret 2020 / 15:57 WIB
Malaysia lockdown, pemerintah: Corona lebih berbahaya dari tsunami
ILUSTRASI. Panic buying di Kuala Lumpur, Malaysia. Malaysia memperingatkan gelombang baru infeksi virus corona jika masyarakat tidak mengikuti aturan lockdown. REUTERS/Lim Huey Teng


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

“Pertemuan massal di terminal bus dan kemudian orang-orang pergi ke seluruh negeri dari daerah tempat corona aktif. Apakah kita tidak berpotensi menyebarkannya ke seluruh negeri? ” tanya dokter asal Malaysia Christopher Lee di Twitter.

Jalan-jalan di Kuala Lumpur, biasanya jadi salah satu yang paling padat di Asia Tenggara pada hari kerja. Namun kali ini sangat sepi.

Baca Juga: Malaysia resmi memulai isolasi (lockdown) selama dua pekan, begini kondisinya

Kegiatan keagamaan disebut menjadi tempat penyebaran corona yang masif di Malaysia. Sejauh ini 428 kasus infeksi coronavirus di Malaysia telah dikaitkan dengan wabah yang ditularkan di masjid.

Pihak berwenang juga meminta peserta perayaan Hindu di negara bagian utara Penang untuk dites jika mereka menunjukkan gejala virus corona. Acara ini diadakan pada 8 Maret lalu dan dihadiri sekitar 10.000 orang.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×