kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Mantan bankir yang sukses mendirikan hedge fund


Sabtu, 11 Januari 2014 / 17:00 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia. Jelang RDG BI, Intip Rekomendasikan Saham BBRI, BMRI, BBNI hingga BBCA. REUTERS/Willy Kurniawan


Sumber: Forbes,Reuters | Editor: Dessy Rosalina

Bagi warga Amerika Serikat (AS), ada dua cara populer menjadi kaya raya. Pertama, menjadi artis Hollywood. Kedua, menjadi bankir kalangan Wall Street. Michael Hintze menetapkan pilihan kedua sebagai jalan hidupnya. Di peta bisnis Inggris, Hintze populer dengan sebutan juragan perusahaan investasi.

Hintze merupakan pendiri dan CEO dari Convertible & Quantitative Strategy (CQS). Ini adalah salah satu hedge fund yang masuk daftar 100 hedge fund terbesar di jagat raya. Saat ini, dana kelolaan CQS sebesar US$ 12 miliar. Hintze mendirikan CQS pada tahun 1999 silam.

Sejak berdiri, CQS kini bercokol di lima negara sekaligus. Sebut saja, London, Hong Kong, New York, Jersey dan Sydney. Berkat tangan dingin Hintze, CQS berkembang tidak hanya sekedar menawarkan pengelolaan uang, namun juga konsultan bisnis.

Layanan yang luas inilah yang membedakan CQS dari hedge fund lain. Berkat kepiawaian Hintze, salah satu produk investasi CQS bertajuk Directional Opportunities fund, sukses menyabet predikat produk terbaik ketiga di dunia. Directional Opportunities fund sukses membukukan return sebesar 36% di sepanjang tahun 2012. Lewat bendera bisnis CQS,

Hintze memiliki pundi-pundi kekayaan sebesar US$ 1,6 miliar. Harta melimpah ini membuat Forbes mendaulat Hintze sebagai miliarder ke-931 dari deretan orang terkaya sejagat raya. Dia juga sukses menduduki peringkat ke-16 dalam daftar miliarder Australia.

Kekayaan Hintze tidak muncul tiba-tiba. Sebelum sukses mengembangkan CQS, Hintze lama bergelut di dunia keuangan.
Hintze merupakan jebolan Master of Bussiness Administration dari Harvard Bussiness School. Sederet perbankan global juga sempat menjadi tempat dia berkarier. 

Hintze mengawali karier di perusahaan keuangan Salomon Brothers. Hintze juga pernah menjadi Managing Director and European Head of Convertibles at Credit Suisse First Boston (CSFB).Selanjutnya, Hintze juga sempat menjadi Head of UK Equity Trading and Head of European Emerging Markets Trading di Goldman Sachs.

Sederet pengalaman inilah yang menjadi modal Hintze sukses membesarkan CQS. Yang menarik, sebelum berkarier di dunia perbankan, Hintze pernah mencicip karier selama tiga tahun sebagai Kapten Mekanik di kamp militer Australia atau Australian Regular Army.

Selain memiliki uang berlimpah, Hintze juga menyandang gelar bangsawan dari kerajaan Inggris. Kini, Hintze kerap disebut dengan julukan Sir Michael Hintze. Pada 2005, Hintze diberikan gelar Knight Commander of the Order of St.Gregory. Tiga tahun kemudian, ia menyabet gelar Knight Grand Cross.

Setahun kemudian, ia dan istrinya, Dorothy, menerima penghargaan Prince of Wales Award for Arts Philanthropy. Yang paling anyar, pada Juni 2013, ia kembali diberi penghargaan Knighthood karena kontribusinya pada seni di Inggris. Aksi sosial Hintze yang paling terkenal adalah merestorasi karya-karya Michelangelo di kapel Pauline, Vatikan.

Pada tahun 2005, Hintze mendirikan Hintze Family Charitable Foundation. Yayasan inilah yang membuat nama Hintze semakin harum di dunia sosial dan membawanya meraih bangsawan. Yang unik, meski tinggal dan banyak berbisnis di Inggris, Hintze masih berstatus warga negara Australia. Maklum, Hintze lahir dan tumbuh besar di Australia. 

Heintz memperoleh gelar master bidang akustik dari University of New South Wales. Di University of Sydney, dia meraih dua gelar, sarjana fisika dan matematika. 





TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×