Mantan ekonom Trump: Virus corona bisa memicu resesi global!

Minggu, 01 Maret 2020 | 20:28 WIB Sumber: CNN
Mantan ekonom Trump: Virus corona bisa memicu resesi global!

ILUSTRASI. Waspada virus corona di San Fransisco. Mantan ekonom Donald Trump menyebut ekonomi dunia dapat tersandung resesi jika wabah virus corona tidak bisa dikendalikan. REUTERS/Shannon Stapleton TPX IMAGES OF THE DAY


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Mantan ekonom Presiden Amerika Serikat Donald Trump Kevin Hassett menyebut ekonomi dunia dapat tersandung ke dalam lubang resesi jika wabah virus corona tidak bisa dikendalikan secepatnya.

Pada minggu terburuk bagi Wall Street sejak 2008, Hassett menyatakan keprihatinannya tentang penyebaran yang cepat dari virus corona di seluruh dunia. Termasuk di tempat-tempat dengan cuaca yang lebih hangat seperti di Iran.

Baca Juga: Makin sulit didiagnosis, kasus virus corona bisa melonjak lagi

"Jika orang dapat menyebarkannya di luar musim flu, maka virus corona bisa menyebar sepanjang musim panas dan Anda benar-benar bisa melihat resesi global," kata Hassett kepada CNN.

Ditanya apakah resesi di Amerika Serikat sudah ada di depan mata, Hassett mengatakan saat ini terlalu dini untuk mengatakannya. Tetapi ia memprediksi bahwa pertumbuhan PDB AS di kuartal pertama masih cenderung positif.

"Jika resesi dimulai, maka hal itu akan dimulai pada kuartal kedua," katanya.

Ketakutan pada virus corona telah mengguncang pasar keuangan. S&P 500 telah anjlok 15% dari rekor tertinggi yang ditetapkan pada minggu lalu. Harga minyak mentah juga anjlok 6% pada hari Jumat.

Baca Juga: Harga logam mulia ikut rontok terbawa virus corona

Investor mulai memarkir dananya pada obligasi pemerintah yang sangat aman, sehingga mendorong hasil Treasury 10-tahun ke posisi terendah sepanjang 

Hassett mengatakan The Fed juga harus waspada terhadap risiko bahwa virus corona menyebabkan kejutan pasokan yang memicu inflasi, yang sebagian besar telah ditundukkan selama dekade terakhir.

"Sedikit barang yang masih dibuat harus dijual dengan harga lebih tinggi," kata Hassett tentang kejutan pasokan. 

"Terhadap latar belakang itu, kebanyakan orang berpikir The Fed hanya perlu duduk dan menonton sebentar," ungkapnya.

Baca Juga: Thailand bangun jaringan kereta terbesar di Asia Tenggara

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru