kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Thailand bangun jaringan kereta terbesar di Asia Tenggara


Minggu, 01 Maret 2020 / 17:46 WIB
Thailand bangun jaringan kereta terbesar di Asia Tenggara
ILUSTRASI. Ilustrasi kota Bangkok, Thailand.

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Bangkok, Salah satu kota terpadat di dunia kini tengah mencari solusi untuk mengatasi masalah kemacetannya dengan membangun serta memperluas jaringan kereta terbesar di Asia Tenggara.

Jaringan kereta ini tak cuma akan menyambungkan seluruh kota besar di Thailand ke Bangkok, melainkan juga akan terkoneksi hingga ke China, dan Singapura.

Pemerintah Thailand telah berkomitmen untuk mengucurkan dana US$ 21 miliar untuk pengembangan jaringan kereta yang tersambung dengan Bangkok, termasuk memperluas jaringan, dan membangun moda kereta super cepat. Dana khusus senilai US$ 1,3 miliar akan digunakan untuk membangun terminal transit di Bangkok yang akan jadi terbesar se-Asia Tenggara saat beroperasi 2021 mendatang.

Baca Juga: Berlibur ke luar negeri saat wabah corona, travel advice Thailand bisa jadi masukan

Rencana ini jadi salah satu aksi pemerintah Thailand untuk mengurangi polus udara yang dihasilkan dari kendaraan bermotor, pabrik-pabrik yang selama beberapa bulan terakhir jadi kambing hitam buruknya kualitas udara Thailand. 
Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat lebih mengutamakan penggunaan transportasi publik, alih-alih kendaraan pribadi.

“Ini akan jadi mendukung ekonomi, dan kelestarian lingkungan Thailand dalam jangka panjang. Masalah polusi di negara ini telah mencapai titik dimana mesti ada aksi nyata yang dilakukan pemerintah,” kata Chief Economist Bank of Ayudhya Pcl dilansir dari Bloomberg, Minggu (1/3).

Selain untuk mengurangi tingkat polusi, pembangunan jaringan kereta ini juga dimaksudkan untuk mendongkrak ekonomi Thailand, meremajakan jaringan kereta yang telah berusia tua. Terlebih proyek infrastruktur ini juga diniatkan untuk memulihkan ekonomi Thailand setelah diterpa kekeringan berlanjut dan kemerosotan sektor pariwisatanya akibat dihantam virus corona.

Anggaran infrastruktur senilai US$ 33 miliar selama tiga tahun ke depan akan lebih banyak dihabiskan untuk proyek-proyek kereta. Niatnya untuk menarik sejumlah investasi asing, meningkatkan konsumsi, dan pemulihan ekonomi yang anjlok paling dalam selama lima tahun terakhir.

“Di tengah kondisi ekonomi global, dan suku bunga yang rendah, ini waktu yang tepat untuk pemerintah berinvestasi di proyek infrastruktur. Jika orang-orang dapat punya berpergian dengan cepat dan nyaman ekonomi akan membaik,” kata Plt. Gubernur Transportasi Kereta Thailand Voravuth Mala.



TERBARU

[X]
×