kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Survei ECB, AI Berpotensi Ciptakan Lapangan Kerja dalam Jangka Waktu Terbatas


Rabu, 04 Maret 2026 / 20:00 WIB
Survei ECB, AI Berpotensi Ciptakan Lapangan Kerja dalam Jangka Waktu Terbatas
ILUSTRASI. Ekonom ECB menyebut penggunaan AI bisa menciptakan lapangan kerja di Eropa (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Sudah banyak yang menyebut meningkatnya penggunaan akal imitasi (AI) di perusahaan berpotensi membuat pekerja kehilangan pekerjaan. Tapi penelitian terbaru European Central Bank (ECB) menunjukkan hasil berbeda.

Dalam unggahan di blog ECB, Rabu (4/3/2026), Ekonom Bidang Ketenagakerjaan ECB Laura Lebastad dan David Sondermann, menuturkan, penggunaan AI justru berpotensi menciptakan lapangan kerja di zona euro. Ini merupakan temuan dalam Survei Akses Pembiayaan Perusahaan yang dilakukan ECB.

Hasil survei  tersebut mendapati, sebagaimana dilaporkan Reuters, perusahaan yang menggunakan AI secara signifikan lebih cenderung merekrut staf tambahan dalam waktu dekat. "Dengan kata lain, perusahaan yang intensif AI secara rata-rata cenderung merekrut daripada memecat," tulis Lebastad dan Sondermann.

Baca Juga: OpenAI Pertimbangkan Kontrak dengan NATO untuk Jaringan Tidak Tersandi

Kedua ekonom tersebut berpendapat, perusahaan yang berencana berinvestasi dalam AI juga lebih cenderung memiliki ekspektasi positif terhadap pertumbuhan lapangan kerja di masa depan. "Hal ini berlaku terlepas dari tingkat investasi AI yang direncanakan dan menunjukkan bahwa jeda dalam perekrutan karena investasi dalam teknologi AI juga tidak mungkin terjadi dalam setahun ke depan," kata kedua ekonom.

Kendati begitu, Lebastad dan Sondermann juga mengakui, prospek tersebut dapat berubah bila dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang. Keduanya menyebut, prospek tersebut dapat berubah bila AI mulai secara signifikan mengubah proses produksi.

Kebanyakan ekonom yang menyebut AI dapat menghilangkan pekerjaan memang melakukan survey dengan horizon waktu yang lebih panjang dibanding yang dilakukan ECB.

Baca Juga: Agen Intelijen Iran Dikabarkan Ingin Berdialog dengan CIA untuk Akhiri Perang

Sebuah studi baru-baru ini oleh Institut Ifo Jerman menemukan, lebih dari seperempat perusahaan Jerman memperkirakan AI akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja dalam lima tahun ke depan.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×