kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Survei ECB, AI Berpotensi Ciptakan Lapangan Kerja dalam Jangka Waktu Terbatas


Rabu, 04 Maret 2026 / 20:00 WIB
Survei ECB, AI Berpotensi Ciptakan Lapangan Kerja dalam Jangka Waktu Terbatas


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Sudah banyak yang menyebut meningkatnya penggunaan akal imitasi (AI) di perusahaan berpotensi membuat pekerja kehilangan pekerjaan. Tapi penelitian terbaru European Central Bank (ECB) menunjukkan hasil berbeda.

Dalam unggahan di blog ECB, Rabu (4/3/2026), Ekonom Bidang Ketenagakerjaan ECB Laura Lebastad dan David Sondermann, menuturkan, penggunaan AI justru berpotensi menciptakan lapangan kerja di zona euro. Ini merupakan temuan dalam Survei Akses Pembiayaan Perusahaan yang dilakukan ECB.

Hasil survei  tersebut mendapati, sebagaimana dilaporkan Reuters, perusahaan yang menggunakan AI secara signifikan lebih cenderung merekrut staf tambahan dalam waktu dekat. "Dengan kata lain, perusahaan yang intensif AI secara rata-rata cenderung merekrut daripada memecat," tulis Lebastad dan Sondermann.

Baca Juga: OpenAI Pertimbangkan Kontrak dengan NATO untuk Jaringan Tidak Tersandi

Kedua ekonom tersebut berpendapat, perusahaan yang berencana berinvestasi dalam AI juga lebih cenderung memiliki ekspektasi positif terhadap pertumbuhan lapangan kerja di masa depan. "Hal ini berlaku terlepas dari tingkat investasi AI yang direncanakan dan menunjukkan bahwa jeda dalam perekrutan karena investasi dalam teknologi AI juga tidak mungkin terjadi dalam setahun ke depan," kata kedua ekonom.

Kendati begitu, Lebastad dan Sondermann juga mengakui, prospek tersebut dapat berubah bila dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang. Keduanya menyebut, prospek tersebut dapat berubah bila AI mulai secara signifikan mengubah proses produksi.

Kebanyakan ekonom yang menyebut AI dapat menghilangkan pekerjaan memang melakukan survey dengan horizon waktu yang lebih panjang dibanding yang dilakukan ECB.

Baca Juga: Agen Intelijen Iran Dikabarkan Ingin Berdialog dengan CIA untuk Akhiri Perang

Sebuah studi baru-baru ini oleh Institut Ifo Jerman menemukan, lebih dari seperempat perusahaan Jerman memperkirakan AI akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja dalam lima tahun ke depan.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×