kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Mantan kepala MI6: China sembunyikan informasi penting tentang corona


Rabu, 15 April 2020 / 17:05 WIB
ILUSTRASI. Kampanye kesehatan masyarakat oleh Pemerintah Inggris ditampilkan di Piccadilly Circus, ketika penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) berlanjut, London, Inggris, 8 April 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - LONDON. Mantan Kepala MI6, badan intelijen Inggris, menuding China menyembunyikan informasi penting tentang wabah virus corona baru dari seluruh dunia, dan karenanya harus bertanggungjawab.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Selasa (14/4), ia akan menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena telah mempromosikan "disinformasi" China tentang virus corona.

John Sawers, kepala Secret Intelligence Service Inggris atau MI6 2009 hingga 2014, Rabu (15/4), menyatakan, akan lebih baik meminta pertanggungjawaban China dibanding WHO.

Baca Juga: Trump setop bantuan, China desak AS untuk kembali menyumbang buat WHO

"Ada kemarahan yang mendalam di Amerika atas apa yang mereka lihat telah ditimpakan kepada kita semua oleh China, dan China menghindari banyak tanggungjawab atas asal mula virus karena gagal mengatasinya pada awalnya," kata Sawers kepada BBC seperti dikutip Reuters.

"Intelijen adalah tentang memperoleh informasi yang telah disembunyikan dari Anda oleh negara-negara lain dan aktor-aktor lain. Ada periode singkat di Desember dan Januari ketika orang-orang China memang menyembunyikan (wabah) ini dari Barat," ujarnya.

Trump pada Selasa (14/4) mengatakan, ia akan menghentikan pendanaan untuk WHO. Sebab, ia menyebutkan, WHO telah "gagal dalam tugas dasarnya dan harus bertanggungjawab".

Baca Juga: Selain kasus impor, gelombang kasus corona tanpa gejala di China masih tinggi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×