kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Selain kasus impor, gelombang kasus corona tanpa gejala di China masih tinggi


Rabu, 15 April 2020 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang yang mengenakan alat pelindung terlihat di Bandara Internasional Tianhe, setelah pembatasan perjalanan untuk meninggalkan Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei dan pusat penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di China, dicabut, 8 April 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Jumlah kasus baru virus corona tanpa gejala di China masih tinggi. Tiongkok melaporkan 57 kasus pada Selasa (14/4), lebih tinggi dari 54 kasus di hari sebelumnya.

Melansir Reuters, lebih dari 6.700 kasus tanpa gejala telah China laporkan sejak 28 Januari.

Komisi Kesehatan Nasional (CDC), Rabu (15/4), mengatakan sebanyak 1.297 di antaranya mengalami gejala, sementara 4.444 masih tidak menunjukkan gejala setelah menghabiskan 28 hari di karantina.

Baca Juga: Sukses mengendalikan corona tanpa lockdown, ini strategi Korea Selatan

"Lebih dari 1.000 orang masih dalam pengamatan," kata CDC. Informasi saja, China tidak memasukkan pasien tanpa gejala klinis, seperti batuk atau demam, dalam penghitungan kasus terkonfirmasi.

Surat kabar China Daily melaporkan pada Rabu (15/4), Pemerintah China telah meluncurkan survei epidemiologi di sembilan wilayah dalam upaya untuk menentukan skala penuh infeksi tanpa gejala dan tingkat kekebalan secara keseluruhan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×