Mantan Presiden AS Obama membeli saham di bisnis NBA Afrika

Rabu, 28 Juli 2021 | 16:25 WIB Sumber: Associate Press,CNBC
Mantan Presiden AS Obama membeli saham di bisnis NBA Afrika

ILUSTRASI. Mantan Presiden AS Barack Obama membeli saham di bisnis NBA Afrika


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama telah membeli saham di bisnis NBA Afrika melalui yayasannya, kata NBA pada Selasa (27/7). Obama menjadi pemilik saham minoritas di NBA Afrika.

Mengutip The Associated Press, NBA Afrika merupakan entitas baru yang didirikan pada tahun 2021 untuk menjalankan semua bisnis liga di benua hitam tersebut. NBA mengatakan Obama akan menggunakan keuntungan apa pun dari bisnis ini untuk mendanai program pemuda dan kepemimpinan Obama Foundation di Afrika.

Obama telah dikaitkan dengan operasi NBA Afrika sejak 2019, meskipun tidak jelas sampai Selasa persis seperti apa keterlibatannya.

NBA Afrika dan badan dunia FIBA bergabung untuk membentuk liga bola basket pro pertama di Afrika. Liga Bola Basket Afrika mengadakan musim perdananya pada bulan Mei setelah tertunda selama satu tahun oleh pandemi Covid-19. Ini menampilkan tim teratas dari 12 negara Afrika.

Baca Juga: Obama, Bush & Clinton bersedia menerima vaksin COVID-19 di depan umum

Mengutip CNBC, di bawah kepemimpinan CEO Victor Williams, NBA Afrika ingin membangun kemitraan perusahaan, memperluas konten dan hak media, dan mendukung pemerintah daerah yang ingin membangun arena bola basket baru. 

BAL mencakup 12 tim, dan pertandingan liga mengudara di 215 negara dan wilayah, dan NBA manargetkan bahwa bola basket menjadi olahraga top di seluruh Afrika dalam 10 tahun.

Saat ini, 55 pemain yang berasal dari Afrika atau orang tuanya adalah orang Afrika asli bermain di NBA. Pemilik tim memandang BAL sebagai cara untuk mencari dan mengembangkan bakat di seluruh benua yang berkembang pesat dan rute lain untuk memperluas daya tarik globalnya. Mitra taruhan olahraga juga dapat menguji teknologi baru di liga.

Baca Juga: Joe Biden umumkan beberapa calon menteri kabinetnya, siapa saja?

Editor: Noverius Laoli

Terbaru