kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Marcos: Filipina Harus Ambil Tindakan Lebih dari Sekadar Protes di LCS


Jumat, 28 Juni 2024 / 09:31 WIB
ILUSTRASI. Ketegangan di Laut China Selatan antara China dengan Filipina belum mereda. Penjaga Pantai China/Handout melalui REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Laut China Selatan, yang penting bagi perdagangan global, telah menjadi titik konflik utama dalam hubungan yang tegang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Amerika Serikat terikat oleh perjanjian pertahanan bersama yang telah berlaku selama tujuh dekade untuk membela Filipina dari serangan bersenjata terhadap pesawat terbang, atau kapal umum, di perairan sibuk tersebut.

“Perlu ditekankan bahwa masalah Terumbu Karang Ren'ai bukanlah urusan Amerika Serikat,” Wu Qian, juru bicara kementerian pertahanan Tiongkok, mengatakan pada konferensi pers, menggunakan nama China untuk Second Thomas Shoal.

“Sangat berbahaya dan tidak bertanggung jawab bagi Amerika Serikat untuk menghasut dan mendukung pelanggaran dan provokasi Filipina,” tambah Wu. 

Baca Juga: Filipina Tuntut China Ganti Rugi Kerusakan dan Mengembalikan Senjata

Dia menolak perjanjian Filipina dengan Amerika dan menilainya sebagai ancaman yang tidak berguna.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, termasuk wilayah yang diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Pengadilan internasional menolak klaim ekspansif China pada tahun 2016. Namun keputusan ini ditolak oleh Beijing.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×