kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.689   112,38   1,48%
  • KOMPAS100 1.074   15,57   1,47%
  • LQ45 785   13,04   1,69%
  • ISSI 271   3,81   1,43%
  • IDX30 419   8,52   2,08%
  • IDXHIDIV20 514   11,51   2,29%
  • IDX80 121   1,81   1,52%
  • IDXV30 139   2,71   1,99%
  • IDXQ30 135   2,72   2,06%

Mata Uang Asia Terseret Pelemahan Kamis (29/1), Rupiah Paling Terpukul


Kamis, 29 Januari 2026 / 09:36 WIB
Mata Uang Asia Terseret Pelemahan Kamis (29/1), Rupiah Paling Terpukul
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (29/1/2026), dengan rupiah Indonesia mencatat pelemahan paling besar di kawasan.

Berdasarkan data Reuters pada pukul 02.16 GMT, rupiah berada di level Rp16.775 per dolar AS, melemah sekitar 0,45% dibandingkan posisi sebelumnya.

Pelemahan rupiah menjadi yang terdalam di antara mata uang Asia lainnya pada hari tersebut.

Baca Juga: Inggris–China Buka Babak Baru, Starmer Bertatap Muka dengan Xi Jinping

Tekanan juga terlihat pada sejumlah mata uang regional lain.

Ringgit Malaysia turun 0,31% ke level 3,927 per dolar AS, peso Filipina melemah 0,24% ke 58,86, sementara baht Thailand terkoreksi 0,24% ke 31,185 per dolar AS.

Dolar Singapura justru mencatat penguatan tipis 0,13% ke level 1,264.

Di Asia Timur, won Korea Selatan menguat 0,55% ke 1.428,3 per dolar AS, sedangkan yen Jepang relatif stabil di kisaran 153,28 per dolar AS.

Yuan China offshore juga nyaris tak berubah di level 6,95 per dolar AS.

Secara year to date (YTD) 2026, kinerja rupiah masih menunjukkan tekanan dengan pelemahan sekitar 0,63% dibandingkan akhir 2025.

Baca Juga: Pasar Global Kamis (29/1): Reli Saham Teknologi Asia Rehat, Emas Terus Cetak Rekor

Pelemahan yang lebih dalam tercatat pada rupee India yang turun 2,08% sejak awal tahun.

Sebaliknya, ringgit Malaysia justru menjadi salah satu mata uang dengan penguatan terbesar di Asia, naik sekitar 3,28% sepanjang tahun berjalan.

Pergerakan mata uang Asia terjadi di tengah kehati-hatian pelaku pasar global terhadap arah kebijakan ekonomi AS, dinamika suku bunga The Federal Reserve, serta ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar keuangan internasional.

Penguatan dolar AS dalam beberapa sesi terakhir turut memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, seiring investor cenderung memilih aset berdenominasi dolar sebagai instrumen lindung nilai.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×