Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar ringgit Malaysia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung terbatas.
Berdasarkan data Reuters pada Jumat (23/1) pukul 02.07 GMT, ringgit Malaysia berada di level 4,021 per dolar AS, menguat 0,42% dibandingkan posisi sebelumnya di 4,038 per dolar AS.
Penguatan ringgit terjadi saat sebagian besar mata uang Asia bergerak variatif dengan kecenderungan melemah.
Baca Juga: TikTok Selamat dari Ancaman Ban, ByteDance Setuju Bentuk Joint Venture AS
Yen Jepang tercatat melemah 0,18% ke level 158,68 per dolar AS. Won Korea Selatan juga turun 0,25% ke posisi 1.468,1 per dolar AS, sementara baht Thailand melemah 0,39% ke 31,215 per dolar AS. Peso Filipina turun 0,15% ke 59,025 per dolar AS.
Di sisi lain, rupiah Indonesia justru menguat 0,27% ke level 16.835 per dolar AS. Dolar Singapura relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,01% ke 1,281 per dolar AS, sementara yuan China menguat 0,02% ke level 6,966 per dolar AS.
Secara year to date 2026, ringgit Malaysia telah menguat 0,87% dibandingkan posisi akhir 2025 di level 4,056 per dolar AS.
Dolar Singapura juga mencatat penguatan 0,39% sepanjang tahun berjalan, sementara baht Thailand naik 0,75%.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Tipis Jumat (23/1), Jelang Keputusan Suku Bunga Bank of Japan
Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia masih mencatatkan pelemahan sejak awal tahun. Yen Jepang melemah 1,28%, won Korea Selatan turun 1,95%, rupee India terkoreksi 1,92%, dan rupiah Indonesia melemah 0,98% dibandingkan posisi akhir 2025.
Pergerakan mata uang Asia masih dipengaruhi oleh sikap hati-hati investor menjelang keputusan kebijakan moneter sejumlah bank sentral global, serta dinamika dolar AS yang cenderung volatil seiring ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.













