kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.692.000   -2.000   -0,12%
  • USD/IDR 16.455   -90,00   -0,55%
  • IDX 6.485   -120,73   -1,83%
  • KOMPAS100 947   -17,38   -1,80%
  • LQ45 731   -16,06   -2,15%
  • ISSI 204   -1,87   -0,91%
  • IDX30 378   -10,17   -2,62%
  • IDXHIDIV20 460   -10,54   -2,24%
  • IDX80 107   -1,84   -1,69%
  • IDXV30 113   -1,14   -1,00%
  • IDXQ30 124   -3,16   -2,48%

Mata Uangnya Anjlok, Pemerintah Iran Salahkan Kripto


Kamis, 27 Februari 2025 / 15:43 WIB
Mata Uangnya Anjlok, Pemerintah Iran Salahkan Kripto
ILUSTRASI. Bendera Iran berkibar di depan markas Kantor Internasional Badan Energi Atom (IAEA), sebelum dimulainya pertemuan dewan pengawas, di Vienna, Austria, 1 Maret 2021.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Iran kembali mengecam penggunaan mata uang kripto dan pemanfaatan bursa online, karena nilai mata uang Rial anjlok bersamaan dengan kekacauan ekonomi secara luas.

Pasar kripto Iran tumbuh secara signifikan pada tahun 2024 dan semakin menguat pada tahun 2025. Banyak anak muda Iran yang beralih ke mata uang kripto, karena menyadari akan lebih mudah menghasilkan uang.

Situasi Iran yang sebagian besar terisolasi dan tertekan oleh sanksi Barat yang keras juga membuat mata uang kripto semakin diminati.

Baca Juga: Investasi Bitcoin di Masa Pensiun: Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Perlu Diketahui

Bulan lalu, Bank Sentral Iran (CBI) tiba-tiba menghentikan pembayaran Rial di semua bursa mata uang kripto.

Akibatnya, lebih dari 10 juta pengguna kripto tidak dapat membelanjakan rial pada Bitcoin dan mata uang online global lainnya.

Pemerintah Iran bertujuan untuk melawan depresiasi lebih lanjut terhadap mata uang nasional yang sedang berjuang dengan menghentikannya berpindah tangan ke mata uang asing.

Kebijakan tersebut sebenarnya pernah dicoba sebelumnya, namun hanya dalam waktu terbatas.

Langkah terbaru, dengan skala lebih luas, dilihat sebagai bagian dari upaya Iran untuk menginginkan tingkat kontrol dan pengawasan yang ketat pada komunitas kripto yang sedang berkembang.

Baca Juga: 5 Miliarder Ini Kaya Raya dari Investasi Bitcoin

Mengutip Al Jazeera, perekonomian Iran telah terganggu oleh tingkat inflasi lebih dari 40% selama bertahun-tahun, dan tetap terputus dari sistem pembayaran global.

Setelah melakukan pemblokiran mata uang kripto bulan lalu, CBI tidak memberikan klarifikasi kepada publik.

Gubernur CBI, Mohammad Reza Farzin, hanya menegaskan bahwa bank sentral memiliki wewenang penuh untuk memantau dan mengelola pasar mata uang kripto.

Pernyataan itu didukung Presiden Masoud Pezeshkian, yang mengatakan bahwa CBI adalah satu-satunya pihak yang memiliki amanat untuk mengelola pasar kripto.

Tonton: 5 Tren Kripto Paling Mengejutkan yang Harus Diperhatikan pada Tahun 2025

Selanjutnya: Trafik Berpotensi Naik 20% Selama Ramadan, XL Axiata (EXCL) Kerek Kapasitas Core

Menarik Dibaca: Resep Ayam Ungkep yang Gurih dan Lezat, Stok Menu Buka Puasa dan Sahur Praktis



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×