kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Mediterania Timur kembali memanas, Turki kirim kapal survei ke perairan dekat Yunani


Selasa, 13 Oktober 2020 / 20:23 WIB
ILUSTRASI. Kapal perang Yunani dan Prancis berlayar dalam formasi saat latihan militer gabungan di Laut Mediterania.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) mengecam langkah baru Turki yang mengirim kembali kapal guna melakukan survei seismik di Mediterania Timur, menuduh Ankara memicu ketegangan dan "sengaja" mempersulit dimulainya kembali pembicaraan dengan Yunani.

"Amerika Serikat menyesalkan pengumuman 11 Oktober oleh Turki tentang pembaruan kegiatan survei Turki di wilayah di mana Yunani menegaskan yurisdiksinya di Mediterania Timur," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan, Selasa (13/10).

“Pemaksaan, ancaman, intimidasi, dan aktivitas militer tidak akan menyelesaikan ketegangan di Mediterania Timur. Kami mendesak Turki untuk mengakhiri provokasi yang diperhitungkan ini dan segera memulai pembicaraan baru dengan Yunani,” ujarnya seperti dikutip Reuters.

Pada Senin (12/10), kapal Turki Oruc Reis kembali berlayar untuk melakukan survei seismik di Mediterania Timur, mendorong Yunani yang geram untuk mengeluarkan permintaan baru untuk sanksi Uni Eropa atas Ankara berturut-turut mengenai hak eksplorasi lepas pantai.

Baca Juga: Eropa ancam jatuhkan sanksi ke Turki atas aksi provokasi di Mediterania Timur

Prancis juga mengungkapkan keprihatinannya setelah Oruc Reis memulai pelayarannya kembali. Kementerian Luar Negeri Yunani menggambarkan langkah tersebut sebagai "eskalasi besar" dan "ancaman langsung terhadap perdamaian di kawasan Mediterania Timur". 

Sementara Turki menuduh Yunani memicu ketegangan. Oruc Reis bermaksud untuk melakukan pekerjaan survei seismik di Selatan Pulau Kastellorizo, Yunani, yang dekat dengan pantai Turki.

Selanjutnya: Tarik kembali Oruc Reis, Erdogan: Kami akan lanjutkan pekerjaan di Mediterania Timur




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×