kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Melanggar perintah pembatasan, Malaysia jatuhkan sanksi denda dan pidana


Rabu, 18 Maret 2020 / 20:06 WIB
ILUSTRASI. Seorang wanita memakai masker pelindung, sarung tangan dan kacamata hitam, tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur, setelah Pemerintah Malaysia mengumumkan akan menutup perbatasannya pada 18 Maret karena penyebaran virus corona baru di Sepang, Malaysia


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - PETALING JAYA. Mulai 18 Maret 2020, Malaysia menerapkan Perintah Kontrol Gerakan (MCO). Bagi yang melanggar, ada sanksi denda maksimal RM 1.000 atau penjara paling lama enam bulan.

Maklum, The Star melaporkan, masih banyak warga Malaysia yang berkumpul untuk membeli makanan atau bersantai di food court pada hari pertama lockdown atau penguncian total negeri jiran.

Sanksi denda dan pidana tersebut tertuang dalam Lembaran Pemerintah Federal tertanggal 18 Maret dengan judul Peraturan 2020 Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

Baca Juga: Kepanikan Singapura mereda, Malaysia tetap impor makanan segar

Lembaran itu ditandatangani Jaksa Agung Malaysia setelah pengumuman MCO oleh Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin pada Senin (16/3) untuk mengekang pandemi virus corona.

Pemerintah melarang pertemuan massa di seluruh negeri, termasuk kegiatan keagamaan, olahraga, sosial, dan budaya. Semua rumah ibadah dan tempat bisnis harus tutup, kecuali supermarket, pasar umum, dan toko serba ada yang menjual kebutuhan sehari-hari.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×