Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tri Adi
Meski memiliki keluarga pebisnis, Ranjan Pai tidak mendapatkan keuntungan bisnis tersebut. Pria ini harus berusaha dengan keringatnya sendiri membangun kesuksesan finansial. Salah satu contoh, Ranjan sempat tidak lulus masuk perguruan tinggi milik keluarganya. Dari situ Ranjan menyadari arti penting usaha dan kerja keras. Setelah lulus magister di AS, Ranjan kembali ke Manipal dan melanjutkan bisnis yang dibangun sang kakek dan ayahnya.
Keluarga besar Ranjan Pai memiliki bisnis pendidikan dan kesehatan. Tapi itu bukan menjadi garansi jalan kesuksesan pria berusia 46 tahun ini mulus. Ranjan harus menerima kenyataan bahwa dirinya gagal menjadi mahasiswa Kasturba Medical College (KMC) milik keluarganya.
Agar dapat menjadi mahasiswa di perguruan tinggi kesehatan ternama tersebut, Ranjan harus memilih untuk mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di lembaga pendidikan peringkat bawah sebelum membuktikan dirinya dan pindah ke KMC pada tahun kedua. Bagi Ranjan hal ini menyadarkan dia arti penting usaha sendiri demi kebaikan diri.
KMC merupakan cikal bakal perusahaan Manipal Education and Medical Group (MEMG). KMC didirikan oleh kakek Ranjan, Dr Tonse Madhava Ananth Pai. Ia mendirikan perguruan tinggi medis swasta pertama yang dibiayai sendiri di India pada tahun 1953. Ranjan lulus dengan gelar sarjana kedokteran dari lembaga ini.
Bisnis keluarga ini terus dikelolah oleh sang kakek dan dilanjutkan oleh sang ayah Dr Ramdas Pai. Kemudian pada tahun 1995, Ranjan dikirim ke Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan pendidikan dengan mengambil Magister Managemen Rumah Sakit di University of Wisconsin, Madison, AS.
"Rencana awal saya setelah magister selesai adalah saya akan kembali dan menetap di Manipal dan melanjutkan apa yang telah dibangun oleh kakek dan ayah saya," ujar Ranjan mengutip Majalah Forbes.
Namun ketika mengecap Pendidikan di AS, Ranjan ingin membuat sesuatu sendiri. Sesuatu yang melampaui pencapaian keluarga yang telah ada. Ia ingin mendorong merek Manipal lebih jauh hingga kancah internasional.
Sebenarnya, sejak kematian sang kakek, bisnis keluarga KMC mandek. Itu didorong perselisihan antara pewaris. Bahkan perselisihan ini semakin memanas ketika KMC mendapatkan status menjadi Univesitas Manipal tahun 1993.
Ketika Ranjan kembali dari AS, Ia segera menyelesaikan perselisihan dan mulai mencari jalan keluar dari permasalahan keluarga. Ranjan menemui dan menjadikan TV Mohandes Pai yang menjabat sebagai direktur keuangan pada perusahaan kenamaan Infosys Ltd pada tahun 1997 sebagai mentor.
Ranjan mengaku selalu diberikan berbagai masukan dan ide untuk menyelesaikan masalah dari Mohandes. Bahkan sang mentor mengingatkan berbagai hal kecil dan sederhana namum berdampak.
Barulah pada tahun 2000, Ranjan mulai mengembangkan bisnis keluarga menjadi Manipal Education and Medical Group (MEMG). Ia mengagas perusahaan ini dari sebuah rumah sewaan kecil dekat MG Road, sebuah distrik bisnis Bangalore. Kala itu, Ranjan menggunakan modal awal senilai US$ 200.000.
Kini ia telah mengembangkan perusahaannya menjadi bisnis bernilai miliaran dolar AS. Ia menjalankan empat bisnis utama MEGM yakni Manipal Universal Learning yang memiliki pendidikan jarak jauh dan kampus global. Ada pula Manipal Health Enterprises Pvt Ltd (MHEPL) untuk rumah sakit dan layanan perawatan kesehatan.
Selain itu Manipal Cure and Care Pvt. Ltd yang menyediakan pemeriksaan kesehatan dan perawatan kecantikan serta Stempeutics Research Pvt. Ltd yang didirikan untuk mengembangkan terapi sel induk dengan fokus pada kedokteran regeneratif.
Struktur perusahaan segera menarik ekuitas swasta. Pada separuh kedua tahun 2006, Dana Ekuitas Swasta dari Bank IDFC menempatkan US$ 12 juta di Manipal Health Systems Pvt. Ltd. Sejumlah suntikan dana lain terus mengalir sejak saat itu.
(Bersambung)













