kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Thailand 2026 Jadi 1,6%


Rabu, 11 Februari 2026 / 13:46 WIB
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Thailand 2026 Jadi 1,6%
ILUSTRASI. Kota Wisata Dunia - Bangkok/Thailand (DOK/4bp.com)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Thailand tahun 2026 menjadi 1,6% dari sebelumnya 1,7% yang diperkirakan pada Juli lalu.

Revisi ini mencerminkan lemahnya perdagangan global, tingginya utang rumah tangga, serta pemulihan sektor pariwisata yang berjalan lebih lambat dari perkiraan.

Dalam laporan Thailand Economic Monitor yang dirilis Rabu (11/2/2026), Bank Dunia menyebut pertumbuhan ekonomi Thailand pada 2025 diperkirakan mencapai 2,2%, sebelum melambat kembali pada 2026.

Baca Juga: Anggaran Militer US$40 Miliar Taiwan Mandek, Menteri Pertahanan Soroti Ancaman China

Pertumbuhan ekspor barang pada 2026 diproyeksikan turun tajam menjadi hanya 0,5%, setelah melonjak pada 2025.

Penurunan ini terutama terjadi pada sektor-sektor yang terdampak tarif Amerika Serikat.

Sementara itu, pemulihan sektor pariwisata diperkirakan berlangsung bertahap, dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 35 juta pada 2026 setara 88% dari level sebelum pandemi.

Utang Rumah Tangga dan Konsumsi Tertekan

Bank Dunia menyoroti bahwa rasio utang rumah tangga Thailand masih termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara. Kondisi penyaluran kredit yang ketat turut menekan konsumsi domestik.

Kebijakan moneter bank sentral Thailand diperkirakan tetap akomodatif tahun ini guna menopang pertumbuhan.

Baca Juga: Tarif AS Tekan Industri Bunga Kolombia di Tengah Lonjakan Permintaan Valentine

Inflasi umum (headline inflation) diproyeksikan naik tipis menjadi 0,7% pada 2026, dan kembali ke dalam kisaran target Bank of Thailand sebesar 1%-3% pada kuartal III tahun tersebut.

Investasi swasta diperkirakan masih lesu dalam jangka pendek, namun berpotensi membaik pada tahun depan.

Risiko Politik dan Prospek 2027

Bank Dunia juga mengingatkan bahwa ketidakpastian politik menjelang siklus pemilu dapat menunda persetujuan dan pelaksanaan anggaran fiskal 2027. Jika terjadi, hal ini berisiko mengganggu rencana investasi publik.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Borong Perak US$50.000, Pasang Target Harga US$200 pada 2026

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Thailand diproyeksikan kembali menguat menjadi 2,2% pada 2027, seiring membaiknya kondisi eksternal dan domestik.

Selanjutnya: Promo Alfamart Munggahan 1-15 Februari 2026, Diskon 40% Jelang Ramadan

Menarik Dibaca: Cara Mencegah Hidden Hunger pada Anak, Orang Tua Perlu Perhatikan Ini




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×