kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45753,89   -6,43   -0.85%
  • EMAS1.006.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Menegangkan, jet tempur Rusia usir pesawat pengintai AS di Laut Hitam


Rabu, 05 Agustus 2020 / 23:46 WIB
Menegangkan, jet tempur Rusia usir pesawat pengintai AS di Laut Hitam
ILUSTRASI. Jet tempur Su-34 terbang dalam formasi saat latihan untuk parade Hari Kemenangan, yang menandai peringatan kemenangan atas Jerman Nazi dalam Perang Dunia Kedua, di atas sebuah monumen untuk Kuzma Minin dan Dmitry Pozharsky di Lapangan Merah di Moskow, Rus

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sebuah jet tempur Su-27 mengusir dua pesawat pengintai Amerika Serikat (AS) yang mendekati perbatasan Rusia di atas Laut Hitam pada Rabu (5/8).

Menurut Reuters, kantor berita TASS mengutip Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan, jet tempur Su-27 telah mencegat pesawat RC-135 dan Р-8А Poseidon. Kantor berita Interfax menyebutkan, kedua pesawat itu kemudian menjauh dari perbatasan.

Insiden serupa telah terjadi selama beberapa minggu terakhir.

Sebelumnya, AS merotasi pasukan di Eropa, menyusul penarikan 11.900 tentara mereka dari Jerman. Tujuan utama dari rotasi tersebut adalah untuk memperkuat sisi Tenggara NATO di dekat Laut Hitam.

Baca Juga: Tangkal serangan Rusia, AS tambah pasukan perkuat sisi Tenggara Eropa

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan, militer negeri uak Sam akan merelokasi pasukan dan skuadron jet tempur dari Jerman ke Italia, dan lebih banyak rotasi unit lapis baja Stryker ke wilayah Laut Hitam. 

Rotasi ini fokus pada potensi ancaman ke Eropa Tenggara dari Rusia. "Tujuannya adalah untuk meningkatkan pencegahan dan meyakinkan sekutu di sepanjang sisi Tenggara NATO," kata Esper, Rabu (29/7), seperti dikutip Al Jazeera.

Peningkatan pencegahan dengan menambah pasukan AS di kawasan Laut Hitam, Esper merujuk pencaplokan Rusia atas Semenanjung Krimea yang diklaim Ukraina pada 2014 lalu.

Menurut Esper, beberapa unit pasukan AS juga bisa rotasi ke Polandia dan negara-negara Baltik jika negara-negara tersebut mencapai kesepakatan akhir dengan Washington mengenai ide pemindahan tersebut.

Baca Juga: Saingi AS, Rusia siapkan rudal dan drone bawah laut bertenaga nuklir

"Perubahan-perubahan ini tidak diragukan lagi, akan mencapai prinsip-prinsip inti meningkatkan penangkalan AS dan NATO terhadap Rusia, memperkuat NATO, meyakinkan sekutu, dan meningkatkan fleksibilitas strategis AS," ujar Esper.



TERBARU

[X]
×