kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.783   -35,00   -0,21%
  • IDX 8.047   124,49   1,57%
  • KOMPAS100 1.126   18,02   1,63%
  • LQ45 818   11,61   1,44%
  • ISSI 285   6,90   2,48%
  • IDX30 428   7,25   1,72%
  • IDXHIDIV20 513   7,20   1,43%
  • IDX80 126   2,14   1,74%
  • IDXV30 140   4,18   3,09%
  • IDXQ30 139   1,46   1,07%

Mengejutkan! Sumber FBI Klaim Jeffrey Epstein Kelola Kekayaan Vladimir Putin


Selasa, 03 Februari 2026 / 07:29 WIB
Mengejutkan! Sumber FBI Klaim Jeffrey Epstein Kelola Kekayaan Vladimir Putin
ILUSTRASI. Miliarder Jeffrey Epstein dituding sembunyikan aset politisi kuat dunia. Sumber FBI sebut Vladimir Putin jadi kliennya. (NULL/Kremlin.ru)


Sumber: People | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis dokumen baru terkait kasus Jeffrey Epstein. Berkas yang baru dibuka ke publik itu mengungkap sejumlah detail tambahan mengenai kehidupan pribadi dan aktivitas bisnis miliarder yang juga merupakan terpidana pelaku kejahatan seksual tersebut.

People melaporkan, dalam kumpulan dokumen tersebut, terdapat kesaksian FBI dari seorang confidential human source (CHS) atau sumber rahasia, yang diberikan pada 27 November 2017. Kesaksian ini muncul sekitar satu setengah tahun sebelum Epstein ditangkap atas tuduhan perdagangan seks secara federal. 

Epstein kemudian meninggal dunia akibat bunuh diri saat menunggu proses persidangan.

Kesaksian sumber FBI tersebut tidak secara langsung membahas kejahatan seksual Epstein, yang pada 2008 juga pernah mengaku bersalah atas tuduhan meminta jasa prostitusi dan prostitusi anak di bawah umur, melainkan lebih menyoroti aktivitas bisnisnya.

Saat meninggal dunia, dokumen pengadilan dalam kasus perdagangan seks Epstein memperkirakan kekayaannya mencapai sekitar US$ 560 juta, menurut CBS News. Epstein juga diketahui memiliki sejumlah properti mewah, termasuk townhouse di Manhattan senilai lebih dari US$ 50 juta, sebuah ranch di New Mexico senilai US$ 17 juta, mansion di Palm Beach, Florida, sekitar US$ 12 juta, apartemen di Paris senilai US$ 8,6 juta, serta dua pulau pribadi, Great St. James dan Little St. James, yang dibeli seharga US$ 60 juta.

Sumber FBI tersebut mengklaim bahwa Epstein, yang berprofesi sebagai pengelola kekayaan (wealth manager), memperoleh uang dengan memungut biaya dari klien untuk membantu menyembunyikan aset mereka di luar negeri (offshore).

Baca Juga: Kekayaan Epstein: Siapa 43 Orang yang Berhak Atas Warisan US$ 630 Juta?

Selama ini, Epstein dikenal memiliki hubungan dengan sejumlah tokoh berpengaruh seperti Donald Trump, Bill Gates, hingga anggota keluarga kerajaan Inggris, Pangeran Andrew. Namun, kesaksian FBI juga menuding bahwa Epstein memiliki peran bagi para politisi kuat dunia.

Dalam kesaksiannya, sumber tersebut mengklaim bahwa Epstein merupakan pengelola kekayaan Presiden Rusia Vladimir Putin, serta memberikan layanan serupa kepada Presiden Zimbabwe saat itu, Robert Mugabe. Media People menyebut telah menghubungi Kremlin untuk meminta tanggapan resmi.

Hingga kini, kondisi keuangan Putin memang dikenal sangat tertutup. Secara resmi, sebagai Presiden Rusia, Putin digambarkan menjalani gaya hidup sederhana. Ia disebut memiliki gaji tahunan sekitar US$ 140.000, sebuah apartemen di St. Petersburg, sebidang tanah di luar Moskow, beberapa mobil klasik, dan sebuah trailer.

Namun, pada Juli 2017, investor Bill Browder, yang pernah menjadi investor portofolio asing terbesar di Rusia, bersaksi di hadapan Komite Kehakiman Senat AS. Ia menyebut Rusia memiliki reputasi kuat terkait korupsi dan mengklaim bahwa kondisinya jauh lebih buruk dari yang diperkirakan banyak pihak.

Baca Juga: Investor Emas Waspada! Harga Logam Mulia Anjlok Drastis

Browder juga mengungkap keyakinannya bahwa Putin telah mengumpulkan sekitar US$ 200 miliar dari hasil yang tidak sah melalui praktik korupsi dan aktivitas kriminal. Ia juga menuduh bahwa dana tersebut disimpan di negara-negara Barat, yang dinilai dapat memperkuat klaim sumber FBI.

Selain itu, dokumen baru tersebut juga memuat email yang dilaporkan merupakan komunikasi antara Epstein dan CEO Tesla, Elon Musk, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Donald Trump.

Dalam beberapa email yang dirilis Departemen Kehakiman AS, Musk menanyakan kemungkinan mengunjungi pulau Little Saint James milik Epstein. Dalam salah satu email pada November 2012, Epstein menanyakan berapa banyak orang yang akan dibawa Musk.

“Sepertinya hanya Talulah dan saya,” tulis Musk, merujuk pada aktris Talulah Riley, yang saat itu merupakan pasangannya. Musk juga sempat bertanya, “Hari/malam mana yang akan menjadi pesta paling liar di pulau Anda?”

Dalam email lain pada Desember 2013, Musk kembali menanyakan soal kunjungan ke pulau tersebut. Epstein pun membalas bahwa hampir semua tanggal tersedia dan selalu ada ruang untuk Musk.

Tonton: Keuntungan Minyak Venezuela Akan Dibagi dengan AS, Trump Persilakan China Investasi

Hingga kini, belum diketahui apakah Musk benar-benar pernah mengunjungi pulau tersebut. Meski email tersebut tidak menunjukkan adanya pelanggaran hukum, Musk melalui platform X memberikan klarifikasi setelah dokumen baru itu dirilis.

“Saya tidak pernah menghadiri pesta Epstein dan sudah berkali-kali menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam kejahatan bersama Epstein diproses hukum,” tulis Musk.

Dalam unggahan lainnya, Musk juga menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan Epstein untuk bersosialisasi atau berpesta, serta menegaskan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal apa pun yang terkait dengan Epstein.

Selanjutnya: Jual-Beli Investor Asing di Saham GOTO yang Minim Imbas Isu MSCI, Blackrock Akumulasi

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Weekday 3-5 Februari 2026, Cumi Siap Masak Diskon Rp 18.600


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×