Sumber: People | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Browder juga mengungkap keyakinannya bahwa Putin telah mengumpulkan sekitar US$ 200 miliar dari hasil yang tidak sah melalui praktik korupsi dan aktivitas kriminal. Ia juga menuduh bahwa dana tersebut disimpan di negara-negara Barat, yang dinilai dapat memperkuat klaim sumber FBI.
Selain itu, dokumen baru tersebut juga memuat email yang dilaporkan merupakan komunikasi antara Epstein dan CEO Tesla, Elon Musk, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Donald Trump.
Dalam beberapa email yang dirilis Departemen Kehakiman AS, Musk menanyakan kemungkinan mengunjungi pulau Little Saint James milik Epstein. Dalam salah satu email pada November 2012, Epstein menanyakan berapa banyak orang yang akan dibawa Musk.
“Sepertinya hanya Talulah dan saya,” tulis Musk, merujuk pada aktris Talulah Riley, yang saat itu merupakan pasangannya. Musk juga sempat bertanya, “Hari/malam mana yang akan menjadi pesta paling liar di pulau Anda?”
Dalam email lain pada Desember 2013, Musk kembali menanyakan soal kunjungan ke pulau tersebut. Epstein pun membalas bahwa hampir semua tanggal tersedia dan selalu ada ruang untuk Musk.
Tonton: Keuntungan Minyak Venezuela Akan Dibagi dengan AS, Trump Persilakan China Investasi
Hingga kini, belum diketahui apakah Musk benar-benar pernah mengunjungi pulau tersebut. Meski email tersebut tidak menunjukkan adanya pelanggaran hukum, Musk melalui platform X memberikan klarifikasi setelah dokumen baru itu dirilis.
“Saya tidak pernah menghadiri pesta Epstein dan sudah berkali-kali menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam kejahatan bersama Epstein diproses hukum,” tulis Musk.
Dalam unggahan lainnya, Musk juga menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan Epstein untuk bersosialisasi atau berpesta, serta menegaskan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal apa pun yang terkait dengan Epstein.













