Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Konsorsium yang dipimpin KKR dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan pusat data asal Singapura, ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC).
Nilai transaksi ini disebut melampaui 13 miliar dolar Singapura atau sekitar US$ 10 miliar, menjadikannya salah satu aksi korporasi terbesar di sektor pusat data Asia.
Mengutip laporan Wall Street Journal, KKR berencana melakukan akuisisi bersama Singapore Telecommunications (Singtel).
Baca Juga: KKR Gandeng Singtel Akuisisi ST Telemedia, Valuasi Mencapai S$ 13 Miliar
Saat ini, ST Telemedia, anak usaha Temasek Holdings, menguasai sekitar 82% saham STT GDC. KKR telah menggenggam sekitar 14% saham, sementara Singtel memiliki lebih dari 4%.
Minat investor global terhadap transaksi ini kian menguat. Bloomberg melaporkan, dana kekayaan negara Singapura, GIC, serta Mubadala dari Abu Dhabi tengah menjajaki peluang untuk ikut masuk sebagai investor minoritas dalam konsorsium tersebut.
Singtel mengonfirmasi pembicaraan masih berlangsung dan sudah berada pada tahap lanjut. Namun, perusahaan menegaskan belum ada kepastian apakah negosiasi itu akan berujung pada perjanjian yang mengikat.
KKR memilih tidak berkomentar, sementara STT GDC, ST Telemedia, GIC, dan Mubadala belum memberikan tanggapan resmi.
Sebelumnya, Reuters pada November lalu melaporkan KKR dan Singtel telah berdiskusi intensif untuk mengakuisisi lebih dari 80% saham STT GDC dengan nilai lebih dari 5 miliar dolar Singapura.
Jika kesepakatan terbaru ini terealisasi, KKR dan Singtel berpeluang menguasai penuh perusahaan tersebut.
Baca Juga: Nvidia Investasikan US$ 2 Miliar di CoreWeave untuk Tingkatkan Pembangunan Pusat Data
Lonjakan kebutuhan infrastruktur digital, terutama akibat pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI), menjadi pendorong utama minat investor.
“Permintaan pusat data terus melonjak,” menjadi penegasan yang kerap disorot pelaku pasar.
Didirikan pada 2014 dan bermarkas di Singapura, STT GDC mengklaim sebagai salah satu penyedia pusat data dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 100 pusat data dengan kapasitas beban TI di atas 2 gigawatt, tersebar di lebih dari 20 pasar utama, termasuk Singapura, India, Jepang, serta Eropa melalui merek VIRTUS di Inggris, Jerman, dan Italia.












