kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.823   -5,00   -0,03%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Mengembangkan aplikasi Line ke berbagai negara (3)


Kamis, 04 Oktober 2018 / 16:14 WIB
Mengembangkan aplikasi Line ke berbagai negara (3)
ILUSTRASI. FENOMENA - Lee Hae-jin


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tri Adi

Lee Hae Jin sukses membangun aplikasi Line. Dalam laporan keuangan pada kuartal II 2018 lalu, Line mencatat total pengguna aktif bulanannya mencapai 164 juta pengguna yang tersebar di kawasan Asia saja. Beberapa negarta yang menjadi pengguna setia Line adalah Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Thailand dan Indonesia. Pertumbuhan iklan di Line juga kian moncer sehingga menaikkan pendapatan perusahaan Naver Corporation.

Seusai dari Samsung, Lee Hae-Jin membangun perusahaan teknologi bernama Naver Corporation, yang sebelumnya bernama Next Human Network (NHK) Corporation.

Naver, perusahaan garapan Lee Hae-Jin memang populer di negara asalnya sebagai situs pencarian serupa Google. Namun, di luar Korea Selatan terutama di kawasan Asia Tenggara, Naver lebih dikenal lewat salah satu produk digitalnya yakni Line Messenger.

Aplikasi pengirim pesan instan gratis ini memang sangat populer di berbagai platform seperti telepon cerdas atau smartphone, tablet dan komputer. Sama seperti kebanyakan aplikasi serupa, Line difungsikan dengan menggunakan jaringan internet sehingga pengguna Line dapat melakukan aktivitas seperti mengirim pesan teks, mengirim gambar, video, pesan suara dan lain-lain.

Dalam situs resminya, aplikasi yang pertama kali dirilis pada Juni 2011 dan mulanya hanya dapat digunakan pada sistem iOS dan Android diklaim sebagai aplikasi pengirim pesan instan terlaris di 42 negara.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×