kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mengenal Hantavirus Andes, Virus Mematikan yang Picu Wabah di Kapal Pesiar


Kamis, 07 Mei 2026 / 09:07 WIB
Mengenal Hantavirus Andes, Virus Mematikan yang Picu Wabah di Kapal Pesiar
ILUSTRASI. WHO menyebut total terdapat delapan kasus hantavirus yang diketahui maupun diduga terkait kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian.(REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam wabah hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius. Selain itu, terdapat lima kasus lain yang telah dikonfirmasi maupun masih diduga terinfeksi.

Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko yang lebih luas terhadap kesehatan publik masih rendah.

Apa yang Terjadi di Kapal Pesiar?

Reuters memberitakan, WHO menyebut total terdapat delapan kasus hantavirus yang diketahui maupun diduga terkait kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian.

Pada Rabu, tiga penumpang dievakuasi dari kapal, dua di antaranya dalam kondisi serius, menurut operator kapal Oceanwide Expeditions.

Satu pasien lainnya masih dirawat di unit perawatan intensif (ICU) di Afrika Selatan, sementara seorang penumpang asal Swiss yang telah kembali ke negaranya kini menjalani perawatan di Zurich.

Sekitar 150 orang masih berada di atas kapal yang tertahan di lepas pantai Cape Verde sejak Minggu lalu. Kapal tersebut dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary, Spanyol.

Penumpang yang tidak menunjukkan gejala akan diizinkan turun setibanya di Kepulauan Canary.

Pemerintah Spanyol menyatakan 14 penumpang asal Spanyol akan dikarantina di rumah sakit militer, sementara penumpang lain akan dipulangkan dan menjalani karantina sesuai aturan negara masing-masing.

Baca Juga: Uni Eropa Pertimbangkan Hapus Sanksi Emisi Metana Perusahaan Migas, Ini Alasannya

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah virus yang dibawa hewan pengerat seperti tikus dan dapat menginfeksi manusia.

WHO memperkirakan terdapat sekitar 10.000 hingga 100.000 kasus hantavirus pada manusia setiap tahun di seluruh dunia, dengan tingkat keparahan yang berbeda tergantung jenis virusnya.

Jenis virus yang ditemukan di kapal tersebut adalah Andes hantavirus, strain yang biasanya beredar di Argentina dan Chile.

Kapal MV Hondius sendiri berangkat dari Argentina pada 1 April lalu.

Bagaimana Virus Ini Menular?

Hantavirus umumnya menyebar melalui hewan pengerat, terutama tikus dan mencit.

Manusia dapat terinfeksi akibat kontak dengan urin, kotoran, atau air liur tikus, terutama ketika partikel virus beterbangan di udara saat membersihkan area yang terkontaminasi.

Penularan juga dapat terjadi melalui permukaan yang tercemar.

Andes virus merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

WHO menyatakan sejauh ini belum ada perubahan pada virus yang membuatnya lebih mudah menular. Namun, lembaga itu meyakini terdapat penularan antarmanusia terbatas di atas kapal.

Maria Van Kerkhove, Direktur Penanganan Epidemi dan Pandemi WHO, menjelaskan kontak dekat yang dimaksud misalnya berbagi kabin atau kamar tidur di kapal.

Para ahli kini tengah mengidentifikasi penumpang dengan risiko tinggi maupun rendah berdasarkan interaksi mereka dengan pasien yang sakit.

Baca Juga: Korea Utara Tegaskan Tak Terikat Lagi Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir

Apa Gejalanya?

Gejala hantavirus biasanya muncul satu hingga delapan minggu setelah paparan.

Gejala awal meliputi:

  • demam,
  • nyeri otot,
  • gangguan pencernaan.

Profesor Andrew Pollard dari Oxford University mengatakan masa inkubasi umumnya sekitar dua hingga tiga minggu.

Andes hantavirus dan beberapa jenis hantavirus lain di Amerika dapat menyebabkan hantavirus cardiopulmonary syndrome, yaitu kondisi yang berkembang cepat dan menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru serta komplikasi jantung.

WHO menyebut tingkat kematian sindrom ini bisa mencapai 50%.

Sebagai perbandingan, hantavirus yang umum ditemukan di Asia dan Eropa memiliki tingkat kematian sekitar 1%-15%.

Cara Penularan Hantavirus

Jalur Penularan Penjelasan
Kontak tikus Urin, feses, air liur
Debu terkontaminasi Terhirup saat membersihkan area
Permukaan tercemar Kontak dengan benda terinfeksi
Antar manusia Sangat jarang, hanya strain Andes

Gejala Hantavirus

Gejala Awal Gejala Berat
Demam Cairan di paru-paru
Nyeri otot Gangguan jantung
Gangguan pencernaan Sesak napas akut
Lelah Gagal napas

Apakah Hantavirus Bisa Diobati?

Belum ada pengobatan khusus untuk hantavirus.

Penanganan saat ini fokus pada terapi suportif seperti istirahat, pemberian cairan, serta bantuan pernapasan menggunakan ventilator jika diperlukan.

Pencegahan terutama dilakukan dengan membatasi kontak dengan tikus dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam situasi wabah, pelacakan kontak penting dilakukan agar orang yang mungkin terpapar dapat lebih cepat memperoleh perawatan medis dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Tonton: Harga Emas Antam Menebal Hari Ini (7 Mei 2026)

Seberapa Besar Risiko untuk Publik?

Para ahli menyebut wabah di kapal pesiar ini tergolong tidak biasa.

Meski wabah penyakit seperti influenza lebih umum terjadi di kapal karena kedekatan antarpenumpang, WHO menilai risiko hantavirus bagi masyarakat umum saat ini masih rendah.

Profesor Pollard mengatakan identifikasi virus penyebab wabah membantu otoritas menerapkan protokol kesehatan seperti isolasi dan pembatasan di kapal maupun di negara asal para penumpang.

WHO juga mengingatkan bahwa hantavirus masih terus beredar di berbagai belahan dunia, termasuk peningkatan kasus di kawasan Amerika pada akhir 2025.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×