Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - PARIS/CANNES. Anda yang menyukai kisah-kisah detektif karangan Agatha Christie tentu tidak asing dengan nama Orient Express. Ini adalah layanan kereta mewah legendaris di Eropa, yang kini sudah dihentikan.
Tapi tahun ini, Orient Express kembali melaju. Bukan sebagai kereta mewah, tapi sebagai kapal pesiar raksasa. Reuters melaporkan, kapal Orient Express ini melaju melintasi Riviera Prancis dan Italia.
Orient Express, yang sekarang merupakan usaha patungan antara perusahaan hotel Prancis Accor dan pemilik Louis Vuitton LVMH, berupaya menghidupkan kembali merek perjalanan abad ke-19 tersebut.
Baca Juga: Eropa Masih Dibakar Gelombang Panas Ekstrem, Prancis Catat 1.000 Kematian
Kapal pesiar yang baru diluncurkan ini adalah yang pertama dari dua kapal yang akan menargetkan kaum ultra-kaya. Ekspansi ini menambah portofolio hotel mewah dan kereta api art deco bersejarah yang belum diluncurkan.
CEO Accor Sebastien Bazin, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (27/6/2026), memperkirakan kumpulan miliarder baru yang dihasilkan oleh booming akal imitasi (AI) akan membantu mempercepat ekspansi ke bisnis baru ini.
"Ketika Anda menjadi kaya, sangat kaya, uang tidak lagi memiliki arti yang sama. Satu-satunya hal yang memiliki arti adalah pengakuan," kata Bazin. Dalam usaha patungan ini, Accor menjadi pemimpin operasional Orient Express.
Baca Juga: Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan
Menurut studi Bain yang diterbitkan Kamis (25/6/2026), pengeluaran untuk pengalaman mewah diperkirakan akan tumbuh sebesar 9%-11% tahun ini, jauh melampaui perkiraan pertumbuhan 1%-4% untuk barang-barang mewah pribadi.
Tren ini didorong oleh booming teknologi di Amerika Serikat dan tempat lain, yang menyebabkan semakin banyak individu yang disebut ultra-kaya menggunakan jet pribadi, kapal pesiar. Semakin banyak juga kaum tajir yang menghadiri acara-acara besar seperti balap Formula Satu.
"Ketika orang-orang sangat kaya dan mereka memiliki tujuh rumah, dan 12 mobil, dan 17 jam tangan, mereka masih memiliki daftar keinginan yang mereka ingin lakukan sebelum meninggal," kata Bazin, dalam sebuah wawancara dengan Reuters minggu ini.
Baca Juga: Meski Sudah Ditolak, GameStop Tetap Ngotot Hendak Akuisisi eBay
Baik LVMH maupun Accor sejauh ini belum mengungkapkan laba operasi atau nilai perusahaan unit tersebut. Aset kelas atas Orient Express diperkirakan bernilai sekitar € 1 miliar.
Accor berada di bawah tekanan dari pemegang saham untuk meningkatkan keuntungan karena bisnis tradisionalnya dengan jaringan hotel seperti Ibis dan Novotel telah stagnan selama bertahun-tahun.
Bagi LVMH, perusahaan dengan penjualan lebih dari 10 kali lipat Accor dan memiliki dana besar untuk akuisisi, usaha ini dapat menjadi pilar kunci seiring pergeseran tren konsumen.
Baca Juga: Korea Selatan dan Jepang Tegaskan Komitmen Denuklirisasi di Semenanjung Korea
Kapal pesiar raksasa pertama Orient Express sejauh ini mengandalkan acara-acara besar seperti festival film Cannes dan balapan Formula Satu di Monaco sebagai arena bagi kliennya untuk menunjukkan status sosial.
"Jika Anda pernah ke Formula Satu Monaco, jika Anda ingin berkeliling, Anda membutuhkan lencana di mana-mana. Orang-orang tertentu akan memiliki lencana tertentu," kata Estelle Dinh, seorang profesor di sekolah perhotelan Gilon yang berbasis di Swiss dan penasihat industri.
Untuk pelayaran empat hari, Orient Express memasang harga kamar suite di dek mulai dari sekitar € 25.000.
Kapal tersebut menampilkan merek-merek LVMH secara mencolok, mulai dari salon kecantikan Guerlain hingga botol-botol cognac Hennessy yang dipajang dengan jelas di suite penthouse termahalnya.














