kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Mengenal tes antibodi yang banyak negara gunakan untuk memerangi corona


Jumat, 15 Mei 2020 / 11:37 WIB
ILUSTRASI. Perawat Layanan Penyelamatan Darurat membawa pasien dari unit kesehatan dasar ke rumahsakit di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Santo Andre, Sao Paulo, Brasil, Senin (4/5/2020).


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Tes antibodi, juga dikenal sebagai tes serologi, menunjukkan siapa yang telah terinfeksi. Meskipun belum jelas, apakah keberadaan antibodi terhadap virus corona baru, SARS-CoV-2, memberikan kekebalan permanen.

Tes antibodi membutuhkan sampel darah untuk menjalani pengujian dengan peralatan yang sepenuhnya otomatis di laboratorium untuk memberikan hasil hanya dalam tempo 18 menit.

"Tes ini membutuhkan sampel darah yang akan diambil oleh profesional kesehatan yang berkualitas dan diproses di laboratorium," kata Roche yang menambahkan, tes antibodi adalah salah satu tes paling akurat di pasar dengan lebih dari 99,8 spesifisitas.

Baca Juga: Gandeng NRC, CanSino siap uji coba vaksin corona di Kanada

"Tingkat akurasi ini sangat penting karena ada sejumlah virus dengan antibodi yang sangat mirip dengan Covid-19, termasuk flu biasa, dan jenis SARS lainnya, yang dapat menghasilkan hasil positif dalam beberapa tes antibodi yang kurang akurat," ujar Roche seperti dilansir Reuters.

Berbasis di Basel, Swiss, Roche mengatakan, sedang meningkatkan kapasitas untuk menghasilkan jutaan alat tes sebanyak dua digit per bulan untuk melayani negara-negara yang menerima tanda CE dan AS.

Tes antibodi serupa juga telah dikembangkan oleh perusahaan lain termasuk Abbott Laboratories yang berbasis di AS dan DiaSorin yang bermarkas di Italia. 

Baca Juga: Kabar baik, WHO: Beberapa terapi berhasil membatasi keparahan Covid-19

Abbott dan Siemens Healthineers asal Jerman secara terpisah telah menyusun rencana untuk menghasilkan 20 juta alat tes atau lebih per bulan untuk pasar global mulai Juni nanti.




TERBARU

[X]
×