kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Mengenal V-22 Osprey, pesawat tempur yang akan Indonesia beli


Selasa, 07 Juli 2020 / 23:55 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

MV-22 Block C Osprey memiliki sistem Electronic Warfare, termasuk alat pertahanan anti radar dan peluru kendali chaff and flare tambahan, meningkatkan kemampuan pesawat ini untuk mengalahkan ancaman serangan rudal udara-ke-udara dan darat-ke-udara. 

Blok C juga memberikan kesadaran situasional yang lebih besar dengan peningkatan tampilan kokpit dan kabin V-22 Osprey.

Indonesia membeli 8 MV-22 Block C Osprey termasuk mesin 24 AE 1107C Rolls-Royce, 20 radar infra merah forward-looking AN/AAQ-27, sistem peringatan rudal AN/AAR-47, dan radar penerima peringatan AN/APR-39.

Selain itu, Indonesia membeli 20 senapan mesin M-240-D 7.64 mm dan senapan mesin GAU-21 untuk ke-8 pesawat terssebut.

Baca Juga: Shandong pembawa Hiu Terbang, kapal induk pertama China buatan lokal

Pesawat V-22 Osprey sudah beraksi dalam berbagai operasi militer AS. Misalnya, di Afghanistan sebagai bagian dari Operasi Enduring Freedom, di Irak sebagai bagian dari Operasi Kebebasan Irak.

Selain itu, Pesawat V-22 Osprey menjadi bagian dari Komando Sentral AS (USCENTCOM) Gugus Tugas Khusus Angkatan Udara (SPMAGTF) ​​yang mendukung pasukan reaksi cepat atau pasukan tanggap krisis jangka panjang.

"V-22 Osprey adalah platform matang yang memproyeksikan kemampuan misi serbaguna untuk operasi militer serta upaya bantuan kemanusiaan," kata Manajer Program Bersama V-22 Korps Marinir AS Kolonel Matthew Kelly pada November 2017 lalu dalam siaran pers Boeing.




TERBARU

[X]
×