kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Mengingat kasus Breonna Taylor yang kematiannya memicu unjuk rasa besar di AS


Jumat, 25 September 2020 / 10:16 WIB
ILUSTRASI. Dukungan terhadap keadilan kasus Breonna Taylor terus mengalir.


Sumber: New York Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Banyak yang menggangap bahwa Breonna Taylor adalah korban dari proses penggeledahan yang salah dari pihak kepolisian.

Dikutip dari The Louisville Courier Journal, para petugas polisi menerima perintah penggeledahan "No-knock" atau tanpa peringatan.

Perintah kemudian diubah menjadi “Knock and announce,” artinya polisi harus mengidentifikasi diri mereka sendiri sebelum masuk ke ruangan.

Menurut penuturan Walker, para polisi sama sekali tidak memberitahu bahwa mereka ada polisi. Ia dan Taylor juga sudah bertanya dan mereka tidak menjawab. Pendobrakan langsung terjadi begitu saja.

Pada akhirnya tidak ada satupun narkoba yang ditemukan di apartemen Taylor. Belakangan diketahui bahwa target sebenarnya dari polisi adalah mantan kekasih Taylor, Jamarcus Glover, yang sudah tinggal bersama lagi dengannya.

Glover akhirnya ditangkap pada 27 Agustus lalu atas dasar kepemilikan obat-obatan terlarang. Dalam pengadilan, Glover menjelaskan bahwa Taylor, dan Walker, tidak memiliki keterkaitan apapun dalam kasus narkoba.

Selanjutnya: Jumlah kamp penahanan muslim Uighur di China ternyata banyak sekali & terus diperluas




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×