kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.006,21   -2,20   -0.22%
  • EMAS1.133.000 0,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Menhan Rusia: 335.000 Orang Telah Memasuki Dinas Militer Sejak Awal Tahun 2023


Rabu, 04 Oktober 2023 / 12:44 WIB
Menhan Rusia: 335.000 Orang Telah Memasuki Dinas Militer Sejak Awal Tahun 2023
ILUSTRASI. Wajib militer Rusia yang dipanggil untuk dinas militer berjalan di sepanjang peron sebelum menaiki kereta saat mereka berangkat ke garnisun di stasiun kereta api di Omsk, Rusia 27 November 2022. REUTERS/Alexey Malgavko


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan telah ada lebih dari 335.000 orang yang memasuki dinas militer sejak awal tahun 2023. Dengan jumlah besar itu, Rusia memastikan tidak akan ada mobilisasi tambahan untuk berperang di Ukraina.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, pada hari Selasa (3/10) mengatakan bahwa jumlah angkatan bersenjata Rusia saat ini telah cukup untuk melancarkan misi di Ukraina.

"Tidak ada rencana untuk mobilisasi tambahan. Angkatan bersenjata mempunyai jumlah personel militer yang diperlukan untuk melakukan operasi militer khusus," kata Shoigu, dikutip Reuters.

Baca Juga: Rusia: Tentara Inggris yang Melatih Pasukan Ukraina Bisa Jadi Target Serangan Kami

Pada kesempatan yang sama, Shoigu memuji ratusan ribu penduduk Rusia yang telah secara sukarela mendaftar ke dalam militer untuk berjuang di medan perang.

Shoigu menyebut ada lebih dari 335.000 orang yang mendaftar ke dalam militer sejak awal tahun 2023. Bahkan di bulan September saja jumlahnya mencapai lebih dari 50.000 orang.

"Sejak awal tahun ini, lebih dari 335.000 orang telah memasuki dinas militer berdasarkan kontrak dan formasi sukarelawan. Pada bulan September saja, lebih dari 50.000 warga menandatangani kontrak," kata Shoigu.

Baca Juga: Korea Utara Geram Selalu Disebut Sebagai Ancaman oleh AS

Shoigu mengklaim bahwa jumlah itu menunjukkan bahwa Rusia telah membuat kemajuan signifikan, baik dalam merekrut anggota baru maupun dalam menyerap banyak pejuang dari pasukan tentara bayaran Wagner ke dalam pasukan sukarela.

Pada September 2022, Presiden Vladimir Putin memerintahkan militer Rusia untuk mobilisasi 300.000 tentara cadangan. Langkah itu menyebabkan ratusan ribu pemuda meninggalkan Rusia untuk menghindari dikirim berperang.

Putin pun telah berulang kali mengatakan bahwa militer tidak perlu melakukan mobilisasi tambahan.




TERBARU
Kontan Academy
Outlook 2024, Meneropong saham unggulan di Tahun Politik The Coughing Dragon | Global Market Series - China

[X]
×