kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Menjajal peruntungan di Kamboja atas dorongan pemerintah Malaysia (2)


Sabtu, 03 Agustus 2019 / 10:30 WIB
Menjajal peruntungan di Kamboja atas dorongan pemerintah Malaysia (2)

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tri Adi

Saat awal menjejakkan kaki di Kamboja, tak terbersit sedikit pun di pemikiran Chen Lip Keong masuk ke bisnis perjudian. Maklum, dia bukanlah orang yang suka berjudi. Awalnya, pria berusia 71 tahun ini hanya ingin membangun bisnis eksplorasi di negara yang masih bergejolak kala itu. Namun, kondisi Kamboja yang belum menentu menyebabkan rencana tersebut pupus. Yang menarik, awalnya tawaran bisnis kasino justru datang dari pemerintahan Kamboja.

Kisah kesuksesan Chen Lip Keong tergolong unik. Bagi orang awam mungkin agak sulit membayangkan bagaimana seorang dokter bisa bertransformasi menjadi pebisnis meja judi alias kasino. Dokter biasanya menganut prinsip kemanusiaan. Sementara kasino adalah pertarungan tak pasti antar untung dan buntung.

Di samping lompatan bidang yang sangat jauh, kesuksesan yang Chen dibilang tak biasa, Mengingat pundi-pundi kekayaan Chen bukan hanya diperoleh dari negerinya sendiri.

Lalu bagaimana kisah awal Chen, pria berkewarganegaraan Malaysia tajir lewat bisnis judi di Kamboja? Saat lulus kuliah dengan gelar Sarjana Kedokteran dan Bedah dari Universitas Malaysia pada tahun 1973, Chen sempat bekerja sebagai dokter. Namun, dia menyadari jadi dokter bukanlah panggilan jiwanya dan kemudian memilih melompat menjadi pebisnis sesuai minatnya.

Mulanya,dia terjun ke bisnis properti dan kemudian menggarap bisnis produksi komponen pesawat. Semuanya berjalan dengan baik.

Lalu pada tahun 1980-an, pemerintahan Malaysia di bawah kendali Perdana Menteri Mahathir Mohamad meluncurkan kebijakan Prosper Thy Neighbor yang mendorong para pengusaha di negara tersebut menjelajahi negara-negara berkembang lain. Tujuannya guna menemukan usaha yang dapat saling menguntungkan.

Chen bersama dengan banyak pengusaha lain di Malaysia menjadi bagian dari kebijakan itu. Lantas, pada tahun 1990, dia akhirnya menjejakkan langkah ke Kamboja dan melihat negara itu sebagai tempat yang tepat untuk menggali peluang bisnis. Baginya negara tetangga itu adalah kolam ikan tanpa ikan dan berencana melakukan eksplorasi minyak di Teluk Siam.





×