kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,90   0,60   0.08%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Menlu AS: Laporan soal sterilisasi paksa Muslim China sangat mengejutkan


Selasa, 30 Juni 2020 / 06:26 WIB
Menlu AS: Laporan soal sterilisasi paksa Muslim China sangat mengejutkan
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Mangel Ngan/Pool via REUTERS

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Senin, memberikan label "mengejutkan" dan "mengganggu" atas laporan yang menyebut bahwa Partai Komunis China yang berkuasa menggunakan sterilisasi paksa, aborsi paksa, dan keluarga berencana secara paksa terhadap Muslim minoritas di negara tersebut.

Mengutip Reuters, Pompeo menyoroti sebuah laporan tentang situasi di wilayah Xinjiang China oleh peneliti Jerman Adrian Zenz yang diterbitkan oleh think tank Jamestown Foundation yang berbasis di Washington.

Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa temuan itu konsisten dengan praktik Partai Komunis Tiongkok dalam beberapa dekade yang menunjukkan ketidakpedulian total terhadap kesucian hidup manusia dan martabat dasar manusia.

Baca Juga: China rilis film dokumenter yang menggambarkan sifat brutal serangan teroris Xinjiang

"Kami menyerukan Partai Komunis China untuk segera mengakhiri praktik mengerikan ini dan meminta semua negara untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam menuntut diakhirinya pelanggaran tidak manusiawi ini," jelas Pompeo seperti yang dilansir Reuters.

Dalam laporannya, Zenz mengatakan temuannya merupakan bukti terkuat bahwa kebijakan Beijing di Xinjiang memenuhi salah satu kriteria genosida yang disebutkan dalam Konvensi PBB tentang Pencegahan dan Hukuman Kejahatan Genosida, yaitu "memaksakan tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran di dalam kelompok."

Baca Juga: Donald Trump tandatangi UU Uighur, China: Kami akan membalas!

Zenz mengatakan, analisis dokumen pemerintah China menunjukkan pertumbuhan populasi alami di Xinjiang telah anjlok "secara dramatis." Dia mengatakan bahwa di dua prefektur Muslim Uighur terbesarnya, tingkat pertumbuhan turun 84% antara 2015 dan 2018 dan selanjutnya pada 2019.




TERBARU

[X]
×