Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan mengunjungi Turki pada Jumat (30/1/2026) untuk melakukan pembicaraan dengan Menlu Turki Hakan Fidan terkait perkembangan terbaru di Iran serta meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Hal tersebut disampaikan sumber Kementerian Luar Negeri Turki pada Kamis (29/1/2026).
Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya tekanan dari Washington. Presiden AS Donald Trump pada Rabu mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Baca Juga: Jerome Powell Beri Pesan untuk Suksesornya di The Fed: Jangan Terseret Politik Trump
Trump memperingatkan bahwa serangan AS berikutnya akan jauh lebih besar jika Teheran menolak berunding.
Trump juga menyebut telah mengerahkan “armada” ke Timur Tengah dan memperingatkan Iran agar tidak membunuh demonstran anti-pemerintah maupun menghidupkan kembali program nuklirnya.
Iran, yang bulan ini melakukan penindakan keras terhadap gelombang protes besar yang disebut sebagai yang terbesar sejak Revolusi Islam 1979 merespons dengan ancaman akan membalas serangan terhadap Amerika Serikat, Israel, serta pihak-pihak yang mendukung keduanya.
Ribuan orang dilaporkan tewas atau ditangkap dalam penanganan aksi unjuk rasa tersebut.
Pejabat Iran menuding Israel dan Amerika Serikat sebagai pihak di balik kerusuhan yang terjadi di dalam negeri.
Baca Juga: Dolar Dekati Level Terendah Multi-Tahun Kamis (29/1), Investor Cermati Risiko
Turki, anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Iran, menegaskan penolakannya terhadap intervensi asing di negara tetangganya.
Ankara juga mendesak Washington untuk menyelesaikan persoalan dengan Iran secara bertahap dan melalui jalur diplomasi.
Turki telah menjalin komunikasi dengan kedua pihak, seraya memperingatkan bahwa destabilisasi di Iran akan melampaui kapasitas kawasan untuk menanganinya pada saat ini.
Sumber Kementerian Luar Negeri Turki menyebutkan, dalam pertemuan tersebut, Hakan Fidan akan menyampaikan bahwa Ankara memantau secara saksama perkembangan di Iran dan menilai keamanan, perdamaian, serta stabilitas Iran sebagai hal yang sangat penting bagi Turki.
Fidan juga akan menegaskan kembali penolakan Turki terhadap serangan militer apa pun terhadap Iran, seraya memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat menciptakan risiko berskala global. Turki, lanjut sumber itu, siap memberikan dukungan untuk membantu meredakan ketegangan antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: China Mencatat Rekor Suhu Terpanas di 2025
Selain itu, Fidan akan menegaskan dukungan Turki terhadap upaya pencarian solusi atas program nuklir Iran sesegera mungkin, serta kesiapan Ankara untuk berperan aktif jika dibutuhkan dalam proses tersebut.













