kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Menteri Energi Arab Saudi baru: Tidak ada perubahan radikal dalam kebijakan minyak


Senin, 09 September 2019 / 17:51 WIB
ILUSTRASI. Bendera Arab Saudi


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ABU DHABI. Menteri Energi Arab Saudi yang baru Pangeran Abdulaziz bin Salman memastikan, tidak ada perubahan radikal dalam kebijakan minyak negaranya.

Menurut Pangeran Abdulaziz, yang baru menjadi menteri energi Arab Saudi pada Ahad (8/9) lalu menggantikan Khalid al-Falih, perubahan kebijakan tetap berdasarkan pertimbangan strategis, seperti cadangan dan konsumsi energi.

Baca Juga: Anak raja Arab jadi menteri energi, harga minyak terus mendaki

Di sela-sela konferensi energi di Abu Dhabi, Senin (9/9), Pangeran Abdulaziz juga mengatakan, aliansi OPEC+ bakal "tinggal untuk jangka panjang" dan meminta anggota OPEC untuk mematuhi target produksi.

"Kami selalu bekerja dengan cara yang kohesif dan koheren di dalam OPEC untuk memastikan bahwa produsen bekerja dan sejahtera bersama," kata sang pangeran kepada wartawan seperti dikutip Reuters.

OPEC+ merupakan organisasi baru bentukan negara-negara anggota OPEC dengan negara produsen minyak non-OPEC.

Baca Juga: Kali pertama dalam sejarah, Arab Saudi punya menteri energi baru seorang pangeran

"Akan salah kalau saya mencegah anggota OPEC lainnya," ujar Pangeran Abdulaziz ketika ditanya, apakah ada kebutuhan untuk memangkas produksi minyak lebih lanjut untuk mendukung pasar.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×