kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.011,21   -3,65   -0.36%
  • EMAS963.000 0,94%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Merasa tak dihargai, model berhijab mundur dari dunia fesyen internasional


Jumat, 27 November 2020 / 08:05 WIB
Merasa tak dihargai, model berhijab mundur dari dunia fesyen internasional
ILUSTRASI. Ilustrasi fesyen muslimah. KONTAN/Carolus Agus Waluyo/10/09/2015.


Sumber: Kompas TV | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MILAN. Halima Aden (23 tahun) merupakan seorang model internasional berdarah Somalia – Amerika. Pada Kamis (26/11/2020), dia mengumumkan pengunduran dirinya dari industri fesyen internasional. Aden menyatakan, pandemi Covid-19 yang membuat segala sesuatunya melambat telah menyadarkan dirinya bahwa keinginannya tetap mengenakan hijab tidak dihargai dengan benar.

Melalui story Instagramnya, Aden menuliskan dengan detil bahwa ia tidak akan buru-buru kembali ke industri fesyen dan bahwa ia akhirnya mendengarkan permintaan ibunya ‘untuk membuka matanya’.

“Ibu saya telah meminta saya untuk berhenti menjadi model sejak duluuu kala. Seandainya saat itu saya tidak terlalu defensif,” tulis Aden seperti dilansir dari Associated Press, Kamis (26/11). “Berkat Covid yang membuat saya terpaksa rehat dari industri ini, saya akhirnya menyadari kesalahan saya dalam perjalanan saya mengenakan hijab.”

Aden menjadi model berhijab pertama di panggung fesyen Milan dan New York, dan telah muncul dalam sampul beberapa majalah fesyen dan publikasi cetak.

Baca Juga: Ekspansi, produsen sepatu Vans bakal beli Supreme US$ 2,1 miliar

Terlahir di sebuah kamp pengungsian di Kenya, Aden pindah ke Amerika Serikat (AS) bersama keluarganya pada usia 7 tahun. Ia dinobatkan sebagai ratu Muslim pertama dalam reuni alumni SMA-nya di Minnesota, senator mahasiswa Somalia pertama di kampusnya dan perempuan berhijab pertama dalam kontes kecantikan Miss USA Minnesota.

Dalam post Instagramnya, Aden menjelaskan saat hijab yang ia kenakan dihargai dengan benar, seperti saat ia tampil dalam kampanye produk kecantikan Fenty milik Rihanna. Juga, saat hijab yang ia kenakan tidak dihormati dengan benar. Ketika itu, hijab yang ia kenakan justru digantikan dengan jins.

Baca Juga: Menjemput untung dari usaha fesyen motif tye dye yang lagi ngehits

“Saat itu, saya sungguh merasa putus asa untuk tetap merepresentasikan hijab saya, hingga saya kehilangan kontak dengan siapa saya sebenarnya,” tulisnya. Lalu, dalam sebuah post lain di Instagram, ia juga menuliskan penyesalannya, “Seharusnya saya langsung meninggalkan acara itu karena sudah jelas tidak ada kamus tentang sosok perempuan berhijab dalam pikiran si penata rambut.”

Aden menyatakan, penerimaannya atas segala situasi yang kurang menghargai keyakinannya merupakan perpaduan atas pemberontakannya, juga keluguannya. 

“Yang saya salahkan dalam industri ini adalah kurangnya penata rambut Muslim,” tulisnya.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.tv, berjudul: Merasa Tak Dihargai, Model Berhijab Undur Diri dari Dunia Fesyen Internasional

 

Selanjutnya: Fenomena unik, ekspor batik bisa meningkat di saat pandemi Covid-19

 




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×