Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan mencatat kemajuan signifikan dalam perundingan yang digelar Kamis (waktu setempat) untuk menyelesaikan sengketa nuklir yang telah berlangsung puluhan tahun. Informasi ini disampaikan mediator Oman di tengah peningkatan kehadiran militer AS secara besar-besaran di kawasan Timur Tengah.
Reuters melaporkan, Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, menyatakan kedua pihak sepakat melanjutkan negosiasi dalam waktu dekat setelah melakukan konsultasi di ibu kota masing-masing. Pembahasan teknis tingkat ahli dijadwalkan berlangsung pekan depan di Wina.
Jika tercapai terobosan nyata antara Washington dan Teheran, langkah ini berpotensi meredakan ancaman serangan baru dari Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya memperingatkan akan mengambil tindakan apabila tidak ada kesepakatan. Banyak pihak khawatir eskalasi tersebut bisa memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Penilaian positif dari Oman muncul setelah pembicaraan tidak langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan utusan AS Steve Witkoff serta Jared Kushner di Jenewa. Negosiasi berlangsung dalam dua sesi, pagi dan sore hari.
“Kami menyelesaikan hari ini dengan kemajuan signifikan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Albusaidi.
Baca Juga: Perang Dagang Baru AS-China Dimulai? Ini Skenario Terburuk Tarif
Araqchi menyebut pertemuan tersebut sebagai salah satu dialog paling serius yang pernah dilakukan Iran dengan AS. Ia mengatakan telah ada kesepakatan pada sejumlah isu, meski perbedaan masih tersisa di beberapa poin lain. Iran kembali menegaskan tuntutannya agar sanksi ekonomi dicabut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari tim negosiasi AS mengenai hasil pembicaraan tersebut.
Perundingan ini berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi konflik regional. Pemerintahan Trump disebut telah mengerahkan kekuatan militer tambahan di perairan dekat Iran sebagai bentuk tekanan diplomatik.
Seorang pejabat senior Iran sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa peluang kesepakatan bisa terbuka jika Washington memisahkan isu nuklir dari isu non-nuklir. Namun, pemerintah AS menegaskan bahwa program rudal balistik Iran dan isu keamanan regional lainnya harus menjadi bagian dari pembahasan.
Baca Juga: Apa Rencana Trump untuk Dongkrak Tabungan Pensiun Warga AS?












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)