Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
AS meyakini Iran berupaya memperoleh kemampuan membuat senjata nuklir, termasuk melalui pengayaan uranium. Proses ini memang digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk memproduksi hulu ledak.
Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bersedia menunjukkan fleksibilitas dalam perundingan. Laporan Reuters sebelumnya menyebut Teheran menawarkan konsesi baru yang belum dirinci, dengan imbalan pencabutan sanksi dan pengakuan atas haknya melakukan pengayaan uranium.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai penolakan Iran membahas program rudal balistik sebagai masalah besar yang pada akhirnya harus diselesaikan. Ia menyebut rudal tersebut dirancang untuk mengancam Amerika dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan fokus negosiasi hanya pada isu nuklir dan pencabutan sanksi.
Tonton: Tokyo-Beijing Memanas, Jepang Pasang Rudal di Gerbang Taiwan!
Ali Vaez dari International Crisis Group mengingatkan bahwa jika tidak ada terobosan dalam putaran ini, risiko konflik bisa meningkat signifikan dalam beberapa hari ke depan. Namun, ia menilai langkah kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan dan menyusun kerangka kesepakatan merupakan sinyal positif bagi stabilitas kawasan dan pasar global.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)