kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Asia, Dampak Perang Timur Tengah Kian Dalam


Rabu, 29 April 2026 / 16:37 WIB
ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Asia, Dampak Perang Timur Tengah Kian Dalam
ILUSTRASI. Presiden ADB Masato Kanda (REUTERS/Carla Carniel)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia dan Pasifik akibat dampak konflik di Timur Tengah yang terus menekan harga energi dan aktivitas ekonomi.

Dalam pembaruan terbarunya yang dikutip Reuters Rabu (29/4/2026), ADB menurunkan proyeksi pertumbuhan menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027, dari sebelumnya masing-masing 5,1%.

Baca Juga: Adidas Lari Kencang di Kuartal I 2026, Penjualan dan Laba Lampaui Ekspektasi

Di saat yang sama, proyeksi inflasi kawasan direvisi naik menjadi 5,2% pada 2026 dari sebelumnya 3,6%.

Presiden ADB Masato Kanda menyebut, revisi ini sebagai penyesuaian signifikan yang mencerminkan dampak luas perang terhadap ekonomi global.

“Yang kita hadapi bukan sekadar volatilitas sementara, tetapi gangguan sistemik dan berkepanjangan terhadap jaringan energi dan perdagangan global,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Lonjakan harga energi akibat konflik dinilai telah memperketat kondisi keuangan global serta menekan aktivitas ekonomi di berbagai negara berkembang di Asia.

Baca Juga: DPR Filipina Setujui Alasan Pemakzulan Sara Duterte, Proses Berlanjut

Sebelumnya, International Monetary Fund (IMF) juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1% akibat dampak perang Iran.

ADB memperingatkan, jika konflik semakin memanas, dampak terhadap ekonomi kawasan bisa lebih besar.

Dalam skenario terburuk, jika harga minyak melonjak dan bertahan tinggi, pertumbuhan di Asia berkembang dapat melambat menjadi 4,2% pada 2026 dan turun lagi ke 4,0% pada 2027.

Baca Juga: Popularitas Trump Anjlok ke Titik Terendah, Apa Pemicunya?

Sementara itu, inflasi berpotensi melonjak hingga 7,4% pada tahun ini, memperburuk tekanan terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.

ADB pun mendorong bank sentral di kawasan untuk fokus menjaga stabilitas pasar sekaligus mengawasi ekspektasi inflasi secara ketat di tengah ketidakpastian global yang meningkat.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×