kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Masa Depan Nuklir Iran: Sanksi Dicabut atau Konflik Meledak?


Jumat, 27 Februari 2026 / 04:31 WIB
Masa Depan Nuklir Iran: Sanksi Dicabut atau Konflik Meledak?
ILUSTRASI. Iran tuntut pencabutan sanksi, AS inginkan pembahasan rudal. Ketidaksepakatan ini bisa tingkatkan risiko konflik. (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan mencatat kemajuan signifikan dalam perundingan yang digelar Kamis (waktu setempat) untuk menyelesaikan sengketa nuklir yang telah berlangsung puluhan tahun. Informasi ini disampaikan mediator Oman di tengah peningkatan kehadiran militer AS secara besar-besaran di kawasan Timur Tengah.

Reuters melaporkan, Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, menyatakan kedua pihak sepakat melanjutkan negosiasi dalam waktu dekat setelah melakukan konsultasi di ibu kota masing-masing. Pembahasan teknis tingkat ahli dijadwalkan berlangsung pekan depan di Wina.

Jika tercapai terobosan nyata antara Washington dan Teheran, langkah ini berpotensi meredakan ancaman serangan baru dari Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya memperingatkan akan mengambil tindakan apabila tidak ada kesepakatan. Banyak pihak khawatir eskalasi tersebut bisa memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Penilaian positif dari Oman muncul setelah pembicaraan tidak langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan utusan AS Steve Witkoff serta Jared Kushner di Jenewa. Negosiasi berlangsung dalam dua sesi, pagi dan sore hari.

“Kami menyelesaikan hari ini dengan kemajuan signifikan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Albusaidi.

Baca Juga: Perang Dagang Baru AS-China Dimulai? Ini Skenario Terburuk Tarif

Araqchi menyebut pertemuan tersebut sebagai salah satu dialog paling serius yang pernah dilakukan Iran dengan AS. Ia mengatakan telah ada kesepakatan pada sejumlah isu, meski perbedaan masih tersisa di beberapa poin lain. Iran kembali menegaskan tuntutannya agar sanksi ekonomi dicabut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari tim negosiasi AS mengenai hasil pembicaraan tersebut.

Perundingan ini berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi konflik regional. Pemerintahan Trump disebut telah mengerahkan kekuatan militer tambahan di perairan dekat Iran sebagai bentuk tekanan diplomatik.

Seorang pejabat senior Iran sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa peluang kesepakatan bisa terbuka jika Washington memisahkan isu nuklir dari isu non-nuklir. Namun, pemerintah AS menegaskan bahwa program rudal balistik Iran dan isu keamanan regional lainnya harus menjadi bagian dari pembahasan.

Baca Juga: Apa Rencana Trump untuk Dongkrak Tabungan Pensiun Warga AS?

AS meyakini Iran berupaya memperoleh kemampuan membuat senjata nuklir, termasuk melalui pengayaan uranium. Proses ini memang digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk memproduksi hulu ledak.

Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bersedia menunjukkan fleksibilitas dalam perundingan. Laporan Reuters sebelumnya menyebut Teheran menawarkan konsesi baru yang belum dirinci, dengan imbalan pencabutan sanksi dan pengakuan atas haknya melakukan pengayaan uranium.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai penolakan Iran membahas program rudal balistik sebagai masalah besar yang pada akhirnya harus diselesaikan. Ia menyebut rudal tersebut dirancang untuk mengancam Amerika dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan fokus negosiasi hanya pada isu nuklir dan pencabutan sanksi.

Tonton: Tokyo-Beijing Memanas, Jepang Pasang Rudal di Gerbang Taiwan!

Ali Vaez dari International Crisis Group mengingatkan bahwa jika tidak ada terobosan dalam putaran ini, risiko konflik bisa meningkat signifikan dalam beberapa hari ke depan. Namun, ia menilai langkah kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan dan menyusun kerangka kesepakatan merupakan sinyal positif bagi stabilitas kawasan dan pasar global.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×