Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pasokan minyak yang lebih cepat dari negara tersebut dalam beberapa waktu ke depan.
Melansir Reuters Rabu (29/4/2026), Bank investasi Barclays dalam laporannya menyebutkan, langkah UEA meninggalkan OPEC mulai 1 Mei 2026 akan memberi ruang lebih besar bagi negara itu untuk meningkatkan produksi tanpa terikat kuota OPEC+.
Baca Juga: Penjualan Carlsberg Melesat: Akhirnya Tumbuh Setelah Setahun Lebih!
Menurut Barclays, keputusan ini juga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek pemulihan ekonomi UEA, karena tidak lagi dibatasi oleh kebijakan pembatasan produksi dari kartel minyak.
UEA sendiri merupakan produsen minyak terbesar keempat di dalam OPEC, sehingga langkah keluar dari organisasi tersebut dinilai memiliki implikasi signifikan bagi dinamika pasokan global.
Meski demikian, kondisi di lapangan masih menjadi faktor pembatas utama. Barclays mencatat arus kapal tanker melalui Selat Hormuz masih sangat terbatas, dengan rata-rata pergerakan hanya sekitar 3 hingga 4 kapal per hari atau turun sekitar 95% dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga: Maskapai Eropa Hadapi Tekanan Baru Akibat Perang Iran, Harga Avtur Melonjak
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.
Hingga saat ini, jalur tersebut masih terganggu akibat kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Di sisi lain, ANZ Bank menilai dampak jangka pendek keluarnya UEA dari OPEC terhadap harga minyak global cenderung terbatas.
Hal ini karena pergerakan harga saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor geopolitik, kondisi persediaan, serta gangguan logistik.
Baca Juga: Singapura Buka Tender Pembangkit Gas Siap Hidrogen, Target Operasi 2031–2032
ANZ juga menekankan, meskipun UEA kini tidak lagi terikat kuota produksi, kemampuan untuk meningkatkan ekspor tetap sangat bergantung pada situasi operasional di kawasan Teluk, khususnya terkait keamanan dan kelancaran distribusi melalui Selat Hormuz.
Dengan demikian, prospek kenaikan pasokan minyak UEA tetap terbuka, namun realisasinya akan sangat ditentukan oleh stabilitas geopolitik dan kondisi distribusi energi global.













