kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Meski India boikot CPO Malaysia, Mahathir tidak akan mencabut pernyataan soal Kashmir


Selasa, 22 Oktober 2019 / 17:34 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad setelah menghadiri pelantikan Presiden Indonesia Joko Widodo di Gedung DPR, Jakarta, 20 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Dewan Keamanan PBB mengadopsi beberapa resolusi pada 1948, dan 1950-an tentang perselisihan antara India dan Pakistan mengenai Kashmir, termasuk yang menyatakan, plebisit harus diadakan untuk menentukan masa depan wilayah tersebut.

Mahathir mengatakan, Malaysia akan mempelajari dampak boikot SEAI yang berbasis di Mumbai dan mencari cara untuk mengatasi masalah ini. "Ini bukan pemerintah India, jadi kami harus mencari tahu, bagaimana kami bisa berkomunikasi dengan orang-orang ini, karena perdagangan adalah hal dua arah dan itu buruk untuk apa yang menyebabkan perang dagang," katanya.

Baca Juga: Mahathir: Malaysia terjebak di tengah perang dagang AS-China dan jadi sasaran sanksi

New Delhi sejauh ini menolak untuk mengomentari seruan boikot dari SEAI tersebut. 

Mengacu data Pemerintah India, ekspor Malaysia termasuk CPO ke India bernilai US$ 10,8 miliar pada tahun fiskal 2018 yang berakhir pada 31 Maret lalu, sementara impor mencapai US$ 6,4 miliar. India adalah tujuan ekspor terbesar ketiga Malaysia pada 2018 untuk minyak sawit dan produk-produk turunannya senilai 6,84 miliar ringgit (US$ 1,63 miliar).

Pekan lalu, Malaysia menyebutkan, pihaknya mempertimbangkan untuk meningkatkan impor gula mentah dan daging kerbau dari India, dalam upaya untuk meredakan ketegangan perdagangan. India, importir minyak nabati terbesar di dunia, juga membeli CPO dari Indonesia serta minyak kedelai dari Argentina dan Brasil, lalu minyak bunga matahari dari Ukraina.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×