kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.812   -64,00   -0,36%
  • IDX 6.309   31,73   0,51%
  • KOMPAS100 825   3,42   0,42%
  • LQ45 628   2,49   0,40%
  • ISSI 218   1,35   0,62%
  • IDX30 348   0,65   0,19%
  • IDXHIDIV20 432   -1,05   -0,24%
  • IDX80 94   0,37   0,40%
  • IDXV30 118   -0,26   -0,22%
  • IDXQ30 112   -0,10   -0,09%

Meski India boikot CPO Malaysia, Mahathir tidak akan mencabut pernyataan soal Kashmir


Selasa, 22 Oktober 2019 / 17:34 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad setelah menghadiri pelantikan Presiden Indonesia Joko Widodo di Gedung DPR, Jakarta, 20 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Dewan Keamanan PBB mengadopsi beberapa resolusi pada 1948, dan 1950-an tentang perselisihan antara India dan Pakistan mengenai Kashmir, termasuk yang menyatakan, plebisit harus diadakan untuk menentukan masa depan wilayah tersebut.

Mahathir mengatakan, Malaysia akan mempelajari dampak boikot SEAI yang berbasis di Mumbai dan mencari cara untuk mengatasi masalah ini. "Ini bukan pemerintah India, jadi kami harus mencari tahu, bagaimana kami bisa berkomunikasi dengan orang-orang ini, karena perdagangan adalah hal dua arah dan itu buruk untuk apa yang menyebabkan perang dagang," katanya.

Baca Juga: Mahathir: Malaysia terjebak di tengah perang dagang AS-China dan jadi sasaran sanksi

New Delhi sejauh ini menolak untuk mengomentari seruan boikot dari SEAI tersebut. 

Mengacu data Pemerintah India, ekspor Malaysia termasuk CPO ke India bernilai US$ 10,8 miliar pada tahun fiskal 2018 yang berakhir pada 31 Maret lalu, sementara impor mencapai US$ 6,4 miliar. India adalah tujuan ekspor terbesar ketiga Malaysia pada 2018 untuk minyak sawit dan produk-produk turunannya senilai 6,84 miliar ringgit (US$ 1,63 miliar).

Pekan lalu, Malaysia menyebutkan, pihaknya mempertimbangkan untuk meningkatkan impor gula mentah dan daging kerbau dari India, dalam upaya untuk meredakan ketegangan perdagangan. India, importir minyak nabati terbesar di dunia, juga membeli CPO dari Indonesia serta minyak kedelai dari Argentina dan Brasil, lalu minyak bunga matahari dari Ukraina.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×