kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Miliarder Australia yang tidak tamat sekolah (2)


Selasa, 06 November 2018 / 15:32 WIB
Miliarder Australia yang tidak tamat sekolah (2)
ILUSTRASI. FENOMENA - Stanley Perron


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tri Adi

Perron juga memegang saham di pusat perbelanjaan Runaway Bay di Gold Coast. Ia juga mengantongi kepemilikan pusat perbelanjaan kenamaan lainnya seperti The Glen di Glen Waverley di Melbourne. Pada bulan 2016, Perron menjual Campbelltown Mall di Sydney seharga US$ 197 juta.

Hampir 75% kepemilikan properti Perron berada di sektor ritel, dan 25% adalah properti perkantoran. Selain itu, Perron memiliki saham minoritas di Grup Bandara North Queensland.

Ini merupakan proyek lahan perumahan di pinggiran utara Melbourne, dan distributor Australia Barat untuk Toyota. Perron Group memiliki investasi properti senilai US$ 3 miliar dan aset bersih sekitar US$ 2,6 miliar.

Tak sampai di situ, pria yang lahir di kota pertambangan ini juga memperluas investasi ke pertambangan. Dalam langkah cerdik lainnya, melalui Lang Hancock dan Peter Wright, Perron memulai bisnis bisnis bijih besi pada tahun 1959, dengan memanfaatkan pinjaman senilai 500.

Usaha ini pun membuahkan hasil perusahaan Perron menerima US $ 27 juta berupa pendapatan royalti bijih besi melalui Hancock Prospecting dan Wright Prospecting di tahun keuangan 2016. Nilai ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yakni 2015 hanya sebesar US$ 25 juta .

Saham pertambangan Perron yang lain adalah tambang bijih besi BC Iron yang memiliki aset di wilayah Pilbara, Western Australia. Perron dikenal sebagai pebisnis dan negosiator yang cerdik. Meski demikian, Ia suka berderma dan senang mengikuti kegiatan sosial. Tak lupa memberikan sebagian kekayaannya untuk organisasi amal.

Selain itu, ia mendirikan Yayasan Amal Stan Perron atau Stan Perron Charitable Foundation pada tahun 1978. Organisasi filantropi ini gemar membantu membiayai siswa penyandang cacat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

(Bersambung)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×