kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Minyak Iran Kembali ke Pasar: Asia Hati-hati, China Berpotensi Jadi Pembeli Utama


Selasa, 23 Juni 2026 / 16:53 WIB
Minyak Iran Kembali ke Pasar: Asia Hati-hati, China Berpotensi Jadi Pembeli Utama
ILUSTRASI. Pelonggaran sementara sanksi Amerika Serikat terhadap penjualan minyak Iran diperkirakan belum akan langsung mendorong lonjakan permintaan (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI/SINGAPURA. Pelonggaran sementara sanksi Amerika Serikat terhadap penjualan minyak Iran diperkirakan belum akan langsung mendorong lonjakan permintaan dari kilang-kilang Asia yang saat ini masih memiliki pasokan minyak mentah yang memadai.

Sebaliknya, pembeli utama yang berpotensi menyerap pasokan tambahan tersebut adalah kilang independen di China, menurut sejumlah sumber perdagangan dan analis.

Kebijakan baru ini menjadi bagian dari langkah Washington yang memberikan izin sementara penjualan minyak mentah, produk minyak bumi, dan petrokimia asal Iran hingga 21 Agustus, seiring upaya menuju kesepakatan damai final dengan Teheran.

Asia Masih Aman Pasokan, Tidak Terburu-buru Beli Minyak Iran

Sejumlah kilang di Asia disebut tidak terburu-buru memanfaatkan pelonggaran sanksi tersebut karena stok minyak mereka masih dalam kondisi aman. Selain itu, sejak gangguan pasokan akibat blokade Selat Hormuz pada Maret lalu, para refiners di Asia telah agresif mengamankan pasokan dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Rusia, Afrika, dan Amerika Latin.

Baca Juga: Pasar Mobil Eropa Tumbuh 3,6% pada Mei 2026, Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan

Seorang sumber dari kilang India mengatakan: “Sebagian besar perusahaan minyak sudah memiliki pasokan hingga Agustus. Kami tidak mengharapkan adanya pelonggaran sanksi dan sudah membeli semua yang tersedia di pasar. Bahkan, kami telah memesan beberapa kargo minyak mentah untuk pengiriman Agustus dengan harga premium.”

Menurut analis utama di perusahaan pelacak kapal Kpler, Sumit Ritolia, kondisi pasokan India saat ini masih cukup longgar sehingga tidak membutuhkan tambahan mendesak.

“Dengan pasokan minyak mentah India yang cukup hingga Agustus, penerima manfaat terbesar dari pelonggaran sanksi minyak Iran kemungkinan adalah China, yang membutuhkan minyak untuk pemrosesan dan pengisian kembali cadangan strategis.” ujarnya.

China Berpotensi Jadi Pembeli Utama Minyak Iran

Meski beberapa kilang Asia lainnya juga menyatakan telah mencukupi kebutuhan untuk saat ini, China—khususnya kilang independen atau “teapot refiners”—diperkirakan tetap menjadi pembeli utama minyak Iran.

Badan pelacakan kapal Vortexa menyebut bahwa meskipun permintaan saat ini melemah akibat pemangkasan produksi sejak Mei, China masih menjadi tujuan akhir utama minyak Iran.

Selain itu, sejumlah sumber menyebut National Iranian Oil Company (NIOC) telah mulai meminta proposal pembelian dari kilang Asia, sekaligus menghitung harga minyak pesaing yang dikirim ke China untuk potensi penjualan spot.

Namun, sebagian pengirim minyak Iran dilaporkan sementara menghentikan penawaran kargo ke provinsi Shandong di China timur, sembari menilai permintaan dari negara lain.

Pasokan Iran Meningkat, Tekanan ke Pasar Global

Data terbaru menunjukkan Iran mulai meningkatkan ekspor minyaknya secara signifikan. Vortexa melaporkan bahwa volume minyak Iran yang berada di laut meningkat sekitar 6 juta barel dalam 48 jam terakhir.

Saat ini, total minyak Iran yang berada di kapal mencapai sekitar 126 juta barel, dengan separuhnya berada di kawasan Asia seperti Laut Cina Selatan dan Laut Kuning.

Pelonggaran sementara sanksi ini juga menambah tekanan pada pasar global. Harga minyak Brent tercatat turun sekitar 16% sepanjang Juni, dipicu ekspektasi meningkatnya pasokan dari Iran.

Baca Juga: China Geser AS dari Takhta Superkomputer Tercepat Dunia, Tapi Belum Unggul di AI

Analis memperkirakan kembalinya minyak Iran ke pasar akan memperlebar diskon harga minyak Rusia serta mendorong negara-negara Teluk seperti Arab Saudi menyesuaikan harga jual resmi untuk mempertahankan pangsa pasar.

Ketidakpastian Masih Membayangi Pasar

Meski pasokan kembali terbuka, sejumlah hambatan masih membuat pembeli berhati-hati, terutama terkait kepastian kebijakan sanksi AS setelah Agustus serta tantangan sistem pembayaran dan perbankan internasional.

Seorang sumber di India menegaskan bahwa pembelian minyak Iran hanya akan dipertimbangkan jika ada kepastian perpanjangan pelonggaran sanksi.

“Kami bisa memulai diskusi dan negosiasi dengan pemasok Iran, tetapi setiap komitmen akan bergantung pada keberlanjutan pelonggaran sanksi tersebut,” katanya.

Kembalinya minyak Iran ke pasar global diperkirakan akan memberi tekanan tambahan, terutama pada minyak berat bersulfur tinggi. Namun, peningkatan perdagangan tetap terbatas karena kendala pembayaran dan kehati-hatian pelaku pasar.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×