kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

Mourinho Tak Mau Dibebani Masa Lalu, Ini Misi Besarnya di Real Madrid


Senin, 07 September 2026 / 23:34 WIB
Mourinho Tak Mau Dibebani Masa Lalu, Ini Misi Besarnya di Real Madrid
ILUSTRASI. PELATIH OLAHRAGA TERMAHAL - José Mário dos Santos Mourinho Félix (DOK/standard.co.uk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Jose Mourinho menegaskan dirinya tidak merasa mendapat tekanan tambahan untuk membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions pada periode keduanya sebagai pelatih klub raksasa Spanyol tersebut.

Real Madrid akan mengawali kiprahnya di Liga Champions musim ini dengan menghadapi juara Serie A Inter Milan di Stadion Santiago Bernabeu pada Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Harga Tembaga Cetak Rekor Tertinggi, Pasokan di Luar AS Jadi Sorotan

Liga Champions menjadi satu-satunya trofi yang gagal diraih Mourinho selama periode pertamanya menangani Real Madrid pada 2010 hingga 2013.

Ketika ditanya apakah dirinya merasa memiliki utang kepada klub karena belum mempersembahkan trofi Liga Champions, Mourinho menegaskan bahwa periode keduanya harus dipandang sebagai fase yang berbeda.

"Tidak, ini adalah dua periode yang berbeda. Ketika saya pergi pada 2013, kami memenangkan apa yang kami menangkan dan kalah dalam apa yang kami kalahkan, dan kami telah memberikan segalanya. Setelah itu selesai. Apa yang perlu saya lakukan sekarang tidak ada hubungannya dengan masa lalu," ujar Mourinho.

Mourinho juga mengingatkan perubahan besar yang dialami Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir.

"Pada 2010, kami bahkan tidak mencapai perempat final Liga Champions dan sudah lama sekali sejak kami bermain di semifinal. Sekarang kami telah memenangkan enam Liga Champions dalam waktu sedikit lebih dari satu dekade," katanya.

Baca Juga: Popularitas Trump Merosot, Partai Republik Terancam Kehilangan Mayoritas Kongres AS

Real Madrid dituntut bangkit

Laga melawan Inter Milan menjadi ujian penting bagi Mourinho setelah Real Madrid mengalami kekalahan pertamanya sejak ia kembali menangani klub tersebut.

Real Madrid kalah 1-0 dari Real Betis dalam lanjutan LaLiga pada Jumat (4/9/2026).

Mourinho mengatakan Real Madrid tetap memiliki target untuk memenangkan setiap pertandingan dan kompetisi yang diikuti. Namun, menurut dia, klub membutuhkan stabilitas untuk bisa meraih kesuksesan secara konsisten.

"Kami ingin memenangkan setiap pertandingan, setiap kompetisi. Tetapi Anda harus bekerja untuk mencapai stabilitas. Stabilitas. Stabilitas... Struktur," ujar Mourinho.

"Jadi Real Madrid perlu mencapai stabilitas yang sangat penting untuk meraih sesuatu yang hebat. Tetapi Real Madrid adalah Real Madrid, Anda harus menang di sini apa pun yang terjadi," lanjutnya.

Baca Juga: Huawei dan Xiaomi Lancarkan Serangan ke Apple Lewat Smartphone Lipat Terbaru

Mbappe soroti kondisi ruang ganti

Sementara itu, Kylian Mbappe juga menghadapi pertanyaan mengenai kondisi ruang ganti Real Madrid, terutama hubungannya dengan Vinicius Jr.

Mbappe beberapa kali ditanya apakah kondisi internal tim mengalami perubahan dibandingkan musim lalu.

Namun, penyerang asal Prancis tersebut menilai tidak ada perubahan besar dalam hubungan antarpemain.

"Apa yang dimaksud dengan peningkatan di ruang ganti?" kata Mbappe ketika ditanya mengenai perubahan kondisi tim.

"Apakah Anda merasa ada sesuatu yang tidak berjalan baik tahun lalu? Tidak, sama seperti tahun lalu. Memang benar kami memiliki pelatih yang berbeda, tetapi semuanya sama," ujarnya.

Baca Juga: Harapan Masih Ada, Nepal Cari 121 Pekerja PLTA yang Diduga Terjebak di Terowongan

Real Madrid merupakan klub tersukses dalam sejarah Liga Champions dengan 15 gelar. Namun, Los Blancos terakhir kali mengangkat trofi tersebut pada 2024.

Tekanan terhadap klub semakin besar setelah Real Madrid melewati dua musim tanpa trofi utama. Periode tersebut juga bertepatan dengan kedatangan Mbappe ke klub.

Pertandingan melawan Inter Milan pun menjadi kesempatan bagi Mourinho untuk menunjukkan bahwa periode keduanya di Real Madrid dapat kembali membawa klub bersaing di level tertinggi Eropa.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×