kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Nasihat terbaik Warren Buffet untuk investor saham ritel


Kamis, 01 Agustus 2019 / 09:00 WIB


Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Warren Buffett adalah investor paling terkenal dan salah satu orang terkaya di dunia. Selain itu, dia juga salah satu guru keuangan terbaik dalam sejarah.  Memang Warren Buffet acap membagikan pengalaman dan nasihat kepada para investor dalam beberapa kesempatan.

Seperti dalam surat yang ditujukan kepada para pemegang saham pada 2007, dia memberikan nasihat pada investor saham ritel.  Sebagaimana ditulis thebalance.com,  berikut petikan suratnya.

Bisnis yang benar-benar hebat harus memiliki "parit" abadi yang melindungi pengembalian yang sangat baik dari modal yang diinvestasikan. Dinamika kapitalisme menjamin bahwa para pesaing akan berulang kali menyerang "benteng" bisnis apa pun yang menghasilkan pengembalian tinggi.

Oleh karena itu penghalang yang tangguh seperti perusahaan yang menjadi produsen berbiaya rendah (GEICO, Costco) atau memiliki merek yang kuat di seluruh dunia (Coca-Cola, Gillette, American Express) sangat penting untuk keberhasilan yang berkelanjutan. Sejarah bisnis dipenuhi dengan "lilin Romawi," perusahaan yang paritnya terbukti ilusi dan segera dilintasi.

Istilah parit mengacu pada keunggulan kompetitif. Peritel  yang  bisa menahan pesaing terbaiknya bisa mengembangkan bisnis, menaikkan harga, dan tumbuh untuk bertahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Kebiasaan di masa kecil yang membuat Warren Buffet menjadi miliarder

Tiga jenis parit yang paling sering ditemukan di ritel adalah:




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×