Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – BRUSSELS. North Atlantic Treaty Organization atau NATO menyepakati langkah untuk memodernisasi kapabilitas nuklir aliansi serta memperkuat kapasitas perencanaan nuklir sebagai bagian dari upaya meningkatkan sistem pencegahan strategis (nuclear deterrence).
Keputusan tersebut diumumkan dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh badan senior NATO yang menangani kebijakan pencegahan nuklir pada Kamis (18/6).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi aliansi untuk menyesuaikan kemampuan pertahanan dengan dinamika keamanan global yang terus berkembang.
Kelompok Perencanaan Nuklir NATO Ambil Keputusan Strategis
Seluruh negara anggota NATO, kecuali Prancis, tergabung dalam Nuclear Planning Group (NPG) atau Kelompok Perencanaan Nuklir. Forum ini berfungsi sebagai wadah konsultasi dan pengambilan keputusan terkait kebijakan pencegahan nuklir di dalam aliansi.
Baca Juga: Bursa Asia Cetak Rekor, Harga Minyak Turun Usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Dalam pernyataannya, para menteri pertahanan yang menghadiri pertemuan tersebut menegaskan kembali pentingnya kekuatan nuklir strategis NATO sebagai fondasi keamanan bersama.
"Para menteri pertahanan yang mengikuti pertemuan tersebut menegaskan kembali bahwa kekuatan nuklir strategis aliansi tetap menjadi jaminan tertinggi bagi keamanan negara-negara sekutu serta menjadi fondasi arsitektur pencegahan yang diperluas milik NATO.".
NATO Akan Modernisasi Kapabilitas Nuklir
Selain menegaskan kembali peran kekuatan nuklir strategis, para anggota NPG juga menyepakati langkah konkret untuk meningkatkan efektivitas misi pencegahan nuklir NATO.
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebutkan: "Para menteri dalam Nuclear Planning Group sepakat untuk terus meningkatkan misi pencegahan nuklir NATO melalui modernisasi kapabilitas nuklir NATO, memperkuat kapasitas perencanaan nuklirnya, serta melakukan penyesuaian guna mencapai kepentingan keamanan aliansi."













