kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Bursa Asia Cetak Rekor, Harga Minyak Turun Usai Kesepakatan Damai AS-Iran


Kamis, 18 Juni 2026 / 15:55 WIB
Bursa Asia Cetak Rekor, Harga Minyak Turun Usai Kesepakatan Damai AS-Iran
ILUSTRASI. Perjanjian damai AS-Iran picu rekor saham Asia, namun harga minyak merosot tajam. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – TOKYO. Sejumlah indeks saham utama di Asia mencatatkan rekor tertinggi baru pada Kamis (18/6/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani perjanjian perdamaian sementara yang meningkatkan optimisme investor global.

Di sisi lain, harga minyak dunia kembali melemah seiring harapan normalisasi pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Indeks saham Jepang, Nikkei, melonjak ke rekor intraday untuk empat sesi berturut-turut dengan menembus level 71.000. Sementara itu, indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, juga mencetak rekor tertinggi baru di level 9.000,68.

Penguatan pasar saham tersebut didukung oleh kenaikan signifikan saham-saham sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Bursa saham Taiwan juga ikut menguat dengan menyentuh level intraday tertinggi di 46.565,70.

Sementara itu, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis sekitar 0,2%.

Baca Juga: Bank Sentral China Diprediksi Pertahankan Bunga di Bulan Juni

Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah Tiga Bulan

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Amerika Serikat (WTI) turun 2,7% menjadi US$ 74,70 per barel. Adapun harga minyak Brent melemah 2,3% menjadi US$ 77,70 per barel atau berada di level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Penurunan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran merilis teks perjanjian yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan tersebut memberikan waktu bagi kedua negara untuk melanjutkan negosiasi menuju perdamaian yang lebih permanen.

Perjanjian itu juga mencakup pemulihan penuh lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya tambahan, yang dinilai sebagai langkah penting untuk menormalkan kembali pasokan minyak global.

Meski demikian, Kepala Ekonom Pasar SMBC Nikko Securities, Yoshimasa Maruyama, mengingatkan bahwa ketidakpastian masih membayangi implementasi kesepakatan tersebut.

Dalam catatan risetnya, Maruyama mengatakan: "Periode transit bebas biaya saat ini hanya berlaku selama 60 hari, dan kerangka kerja untuk jangka panjang masih belum pasti sehingga kekhawatiran tetap ada."

Ia juga menilai ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melanjutkan serangan dan menargetkan pejabat Iran apabila komitmen tidak dipenuhi menjadi faktor risiko yang perlu dicermati investor.

Baca Juga: Bank Sentral Norwegia Pertahankan Suku Bunga 4,25%, Sinyal Naik Lagi

Kontrak Berjangka Wall Street Menguat

Sentimen positif juga mendorong kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat menguat selama perdagangan Asia.

Kontrak futures S&P 500 naik sekitar 0,7%, Nasdaq 100 menguat 1%, sementara Dow Jones futures bertambah sekitar 0,5%.

Sebaliknya, pasar Eropa dibuka cenderung melemah. Futures Euro Stoxx 50 turun 0,7%, DAX Jerman melemah 0,4%, dan FTSE Inggris terkoreksi sekitar 0,6%.

Pasar Obligasi dan Nilai Tukar

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun 1,76 basis poin menjadi 4,445%. Sementara yield obligasi tenor dua tahun turun tipis menjadi 4,162%, mencerminkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Sebaliknya, yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 0,5 basis poin menjadi 2,605%.

Pelaku pasar juga menantikan hasil rapat kebijakan moneter Bank of England yang diperkirakan akan mengikuti langkah Federal Reserve dengan mempertahankan suku bunga tetap.

Di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat melemah tipis terhadap yen Jepang sebesar 0,02% menjadi 160,59 yen setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak Juli 2024 di 160,79 yen.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap sekeranjang mata uang utama relatif stabil di level 100,23. Euro menguat sekitar 0,2% menjadi US$ 1,1524.

Baca Juga: Trump Berterima Kasih kepada Xi dan Putin atas Sikap Netral dalam Perang di Iran

Harga Emas Menguat, Kripto Melemah

Turunnya harga minyak mulai meredakan kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global, khususnya di negara-negara pengimpor energi seperti kawasan Eropa.

Badan Energi Internasional (IEA) sebelumnya menyatakan bahwa pasar minyak diperkirakan akan mengalami surplus pasokan yang cukup besar pada 2027 setelah pulih dari dampak penutupan Selat Hormuz.

Di tengah perkembangan tersebut, harga emas spot naik 1,32% menjadi US$ 4.314,09 per troy ons, mencerminkan masih tingginya minat investor terhadap aset lindung nilai.

Sementara itu, pasar aset kripto bergerak melemah. Bitcoin turun sekitar 0,93% ke level US$ 63.776,04, sedangkan Ethereum terkoreksi 1% menjadi US$ 1.728,00.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×