kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.050   50,00   0,28%
  • IDX 5.748   -193,18   -3,25%
  • KOMPAS100 759   -26,08   -3,32%
  • LQ45 572   -16,92   -2,87%
  • ISSI 199   -6,76   -3,28%
  • IDX30 324   -9,64   -2,89%
  • IDXHIDIV20 403   -9,40   -2,28%
  • IDX80 86   -2,90   -3,27%
  • IDXV30 110   -3,35   -2,95%
  • IDXQ30 105   -2,95   -2,73%

Negara G7 tegur China dan Rusia: Mengacaukan HAM, ekonomi, dan demokrasi


Kamis, 06 Mei 2021 / 05:28 WIB
ILUSTRASI. Menteri luar negeri G7 mengikuti pertemuan di London, Inggris, 5 Mei 2021.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

"Kami akan bekerja secara kolektif untuk mendorong ketahanan ekonomi global dalam menghadapi kebijakan dan praktik ekonomi yang sewenang-wenang dan memaksa," ungkap pernyataan G7 terkait kebijakan ekonomi China.

G7 juga sepakat untuk mendukung Taiwan dari segala sisi, termasuk partisipasinya dalam forum WHO dan Majelis Kesehatan Dunia. China menganggap Taiwan sebagai wilayahnya sendiri dan menentang perwakilan resmi Taiwan di tingkat internasional.

Terkait Rusia, G7 juga sepakat berdiri bersama Ukraina dalam konflik di Krimea. Namun, poin-poin solusi belum didapatkan.

Para menteri luar negeri G7 mengaku sangat prihatin dengan pola negatif dari perilaku Rusia yang tidak bertanggung jawab dan tidak stabil yang terus berlanjut.

"Hal-hal itu termasuk penumpukan besar pasukan militer Rusia di perbatasan Ukraina dan di Krimea yang dianeksasi secara ilegal," ungkap G7.

Bagi ketujuh negara kaya ini, manuver Rusia di kawasan tersebut merupakan upaya jahat yang bertujuan untuk merusak sistem demokrasi negara lain.

Selanjutnya: Negara anggota G7 gelar pertemuan online, bahas dampak ekonomi dari pandemi




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×