kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Negara-negara ini akan kembali gunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca


Jumat, 19 Maret 2021 / 11:43 WIB
Negara-negara ini akan kembali gunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca
ILUSTRASI. Negara-negara ini akan kembali gunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Gareth Fuller/PA Wire/Pool via REUTERS

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - London. Setelah sempat dihentikan penggunaannya, sejumlah negara di Eropa kembali menggunakan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca. Sebelumnya, penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca dihentikan karena kasus penggumpalan darah.

Negara yang akan kembali menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca antara lain Jerman, Perancis, Italia dan negara Eropa lainnya. Langkah itu diambil setelah regulator Uni Eropa dan Inggris meningkatkan kepercayaan mereka dengan mengatakan keuntungan lebih besar dari pada risiko soal masalah pembekuan darah, seperti yang dilansir dari Reuters pada Jumat (19/3/2021).

Laporan tentang pembekuan darah di otak yang langka telah mendorong banyak negara untuk menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca, yang memiliki ambisi memproduksi "vaksin untuk dunia", karena kematian global dari Covid-19 sudah lewat dari 2,8 juta.

Badan Obat Eropa (EMA) "jelas" menyimpulkan bahwa keuntungan vaksin dalam melindungi masyarakat dari kematian dan risiko rawat inap terkait dengan virus corona. Sebelumnya, EMA telah melakukan penyelidikan terhadap 30 kasus kelainan darah penerima vaksin Covid-19 AstraZeneca.

“Ini adalah vaksin yang aman dan efektif,” kata direktur EMA Emer Cooke dalam jumpa pers. "Jika itu saya, saya akan divaksinasi besok," imbuhnya.

Baca juga: Vaksin Covid-19 AstraZeneca belum direkomendasikan penggunaanya di Indonesia

Tak lama setelahnya, Jerman mengatakan akan melanjutkan pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca mulai Jumat pagi waktu setempat (19/3/2021). Menteri Kesehatan Jens Spahn mengatakan penangguhan pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca karena kehati-hatian adalah tindakan yang tepat "sampai pengelompokan jenis trombosis yang sangat langka ini diperiksa."

Perancis juga mengatakan akan melanjutkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca, dengan Perdana Menteri Jean Castex akan menerima suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca pada Jumat sore waktu setempat waktu setemapt (19/3/2021).

Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan bahwa Italia akan melakukan hal yang sama, dan memprioritaskan suntikan vaksin Covid-19 kepada masyarakatnya secepat mungkin.

Spanyol mengatakan sedang mengevaluasi kemungkinan dimulainya kembali vaksinasi dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Sedangkan Siprus, Latvia, dan Lithuania mengatakan akan akan memulai kembali pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Banyak pemerintahan negara mengatakan bahwea keputusan untuk menghentikan inokulasi adalah karena kehati-hatian. Namun, para ahli telah memperingatkan campur tangan politik dapat merusak kepercayaan publik terhadap vaksinasi, karena pemerintah berjuang untuk menjinakkan varian virus yang lebih menular.

“Kami percaya bahwa, setelah keputusan hati-hati dari regulator, vaksinasi dapat dilanjutkan kembali di seluruh Eropa,” kata Kepala Petugas Medis AstraZeneca Ann Taylor dalam sebuah pernyataan.

Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan Inggris (MHRA) sebelumnya mengatakan sedang menyelidiki 5 kasus pembekuan darah otak langka yang telah dilaporkan dari 11 juta suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca yang dilakukan di Inggris.

Namun, badan tersebut mengatakan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca harus dilanjutkan dan seorang pejabat mengatakan peluncuran di Inggris kemungkinan akan berlanjut bahkan jika kaitannya terbukti.

Baca juga: Kekhawatiran vaksin AstraZeneca turut menekan harga minyak, prospek masih melemah

Suntikan vaksin AstraZeneca adalah salah satu vaksin Covid-19 pertama dan termurah yang dikembangkan serta diluncurkan dalam jumlah besar yang akan menjadi andalan program vaksinasi di banyak negara berkembang. "(Putusan) EMA sekarang memberikan kejelasan tentang keamanan vaksin ini (AstaZeneca)," kata Clemens Wendtner, kepala penyakit menular di klinik Munich Schwabing.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada pekan ini juga menegaskan kembali dukungannya untuk suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca itu. EMA mengatakan akan memperbarui panduannya tentang vaksin AstraZeneca, untuk memasukkan penjelasan bagi pasien tentang potensi risiko dan informasi bagi para profesional perawatan kesehatan.

Badan tersebut mengatakan sedang berhubungan dengan regulator di seluruh dunia untuk mengawasi kemungkinan efek samping dari semua vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejumlah Negara di Eropa Kembali Gunakan Vaksin Virus Corona AstraZeneca",


Penulis : Shintaloka Pradita Sicca
Editor : Shintaloka Pradita Sicca

Selanjutnya: Amerika Serikat sepakat kirim 4 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Meksiko dan Kanada

 




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×